KIAT-KIAT HIDUP AGAR SELALU “ON”

KIAT-KIAT HIDUP AGAR SELALU ON

Disampaikan pada kajian Online RDI, Rabu 18 Mei 2016, Pkl 20.00 – 21.30 WIB

Oleh : M. Lukmanul Hakim , S.Pd.I ( Founder Komunitas Dhuha Ummat)

Manusia diciptakan Allah SWT dengan kehidupan yang penuh liku-liku, yang Allah atur sedemikian rupa agar kelak terseleksi siapa hamba sebenarnya hamba yang benar-benar beriman di sisi Allah, yaitu otang yang menggunakan akal dan nafsunya berimbang dan dijadikan bekal untuk selalu taat dan beribadah kepada Allah SWT.

Hidup bersemangat, hidup bergairah setiap hari merupakan kunci untuk menjalani hidup selanjutnya. Agar selalu “ON” dan siap dalam berbagai masalah yang akan dihadapi hari ini dan dan masa yang kan datang maka berikut adalah tipsnya antara lain :

  1. Positive Thinking

Positif Thinking dalam bahasa arabnya “Husnudzon” artinya berbaik sangka terhadap sesama makhluk dan kepada Sang Kholik.  Sifat “husnudzon” akan menghilangkan prasangka buruk setiap kejadian yang menimpa diri sendiri atau orang lain, sehingga lebih cenderung melihat sebuah kejadian itu dari hikmah yang diperoleh.

Sebaliknya Suudzon (berburuk sangka) akan menimbulkan :

  1. Fitnah
  2. Mencari kesalahan orang lain
  3. Merasa diri benar
  4. Sulit intropeksi diri

Firman Allah dalam surat Al Hujarat : 12

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

  1. Pandai Bersyukur

Hidup kita akan lebih bermakna jika kita pandai bersyukur. Bersyukur adalah menerima  atas nikmat  yang dianugerahkan Allah SWT dan menunjukkan rasa terimakasih  dengan ucapan  dan perbuatan.

Ada juga yang mendefinisikan syukur dengan makna lain seperti:
1.    Mengakui nikmat yang diberikan dengan penuh ketundukan.
2.    Memuji yang memberi nikmat atas nikmat yang diberikannya.
3.    Cinta hati kepada yang memberi nikmat dan (tunduknya) anggota badan dengan ketaatan serta lisan dengan cara memuji dan menyanjungnya.
4.    Menyaksikan kenikmatan dan menjaga (diri dari) keharaman.
5.    Mengetahui kelemahan diri dari bersyukur.
6.    Menyandarkan nikmat tersebut kepada pemberinya dengan ketenangan.
7.    Engkau melihat dirimu orang yang tidak pantas untuk mendapatkan nikmat.
8.    Mengikat nikmat yang ada dan mencari nikmat yang tidak ada.

 

Allah berfirman dalam Surat Ibrohim ayat 7 :

“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrohim : 7)

  1. Istiqomah Sedekah

Sedekah adalah meninfaqkan sebagian rizki yang kita terima kepada fakir miskin, anak-anak terlantar dan orang-orang yang membutuhkan. Sedekah yang iklas merupakan kunci utama menuju kekayaan hakiki. Dengan bersedekah kita akan dapat banyak do’a baik dari orang yang kita beri sedekah dan orang disekeliling mereka.  Do’a orang lapar atau orang teraniaya itu tidak terhijab dan akan Allah kabulkan.

Allah berfirman dalam surat  Al Baqoroh ayat 261 :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui” (QS Al Baqoroh : 261).

Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain, dalil-dalil lanjutan mengenai bersyukur dapat dilihat di surat Al Baqoroh : 262-271.

  1. Senang menyampaikan berita baik.

Setiap orang senantiasa gembira apabila mendapatkan kabar yang baik tentang dirinya atau kerabatnya. Agar bergaul dapat diterima dengan baik, mulailah dengan menceritakan hal yang baik-baik yang membuat orang disekitar kita gembira dan tidak tersinggung dengan apa yang kita ceritakan.

Untuk menjadi pribadi yang menarik juga harus bisa mendengrkan keluh keah orang lain dan senantiasa memberikan masukan yang baik.

Sebagaimana rasulullah SAW diutus oleh Allah untuk menyampaikanberita baik dan perngatan.

  1. Senantiasa memperbanyak bersilaturahmi

Menyambungkan tali silaturahim adalah sebuah perbuatan terpuji yang akan mendatangkan berbagai kemanfaatan antara lain :

  1. Dapat berkumpul dengan orang-orang sholeh/sholehah
  2. Mendatangkan keberkahan dan rizki yang tidak terduga
  3. Memprerat tali persaudaraan antar sesama muslim

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ ، نُسِّئَ فِي أَجَلِهِ ، وَثَرَى مَالُهُ ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi, maka ajalnya akan diundur, hartanya akan diperbanyak, dan akan dicintai oleh keluarganya.”

  1. Mudah meminta maaf dan memaafkan kesalahan

Kadang seseorang gengsi untuk meminta maaf jika telah berbuat kesalahan atau memberi maaf terhadap kesalahan orang lain, padahal itu adalah perbuatan yang akan mempersempit ruang gerak diri sendiri. Mulailah melakukan rutinitas dalam keluarga dengan melakukan ritual minta maaf setiap hari kepada anggota keluarga sehingga ganti hari dosa antar sesama keluarga nol kembali. Jangan memulai menumpuk-numpuk dosa, apalagi meminta maafnya setahun sekali saat hari raya idul fitri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (At-Taghabun: 14)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

Shadaqah –hakikatnya– tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  1. Senang menolong orang susah

Salah satu orang yang patut kita tolong adalah orang yang dalam keadaan kesusahan baik dalam menjalani hidup, berjuang melawan penyakit, tidak berdaya dan teraniaya. Menolong orang yang susah akan menimbulkan aura positif yang dipancar dari do’a-do’a orang yang kita tolong.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Demikian tips yang bisa disampaikan pada kajian kali ini, semoga bermanfaat.

Advertisements

Inilah Cara Menghafal Surat – surat dalam Al Qur’an

Cara Menghafal Nama-nama Surat AlQuran

/// Ini bukan karangan saya, tapi tmn saya dapat dari grup Tahsin di HP.

Bagi yang membuatnya, jazaakumuLLAH ahsan, menginspirasi

# Salah Satu Cara Mempermudah Menghafal Nama-nama Surat dalam AlQuran:

Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata2 yg BERHURUF BESAR.
Kata2 tsb adalah nama2 surat dalam AlQuran. Hafalkan ceritanya, lalu tuliskan kata2 tsb secara berurut, maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA.

Silahkan mencoba :

Cerita I; (Surah 1 – 10)
Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yg punya anak WANITA.
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK.
Kemudian paman menuju TEMPAT2 YG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.
#NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.WANITA~AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT2 YG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD & YUSUF melihat ke langit yg penuh suara GURUH. Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR.
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.
# NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

Cerita III ; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG2 BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA.
Inilah yg menjadi PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita ttg SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH2. Dalam buku itu juga diceritakan ttg LABA2 yg menyerang BANGSA ROMAWI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG2 BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YG BENAR & BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA2 – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV ; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD bersama GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERSEKUTU melawan Nabi dan tidak juga bersama kaum SABA’.
Sementara itu FATHIR & YASIN berdiri bersama orang YG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka termasuk ROMBONGAN2 yg memohon ampunan kpd YG MAHA PENGAMPUN.
#NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB –> GOLONGAN-GOLONG
AN YANG BERSEKUTU
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YG BERSHAF2– ASH SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN2 – AZ ZUMAR
40.YG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)
YG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah ttg PERHIASAN.
Bukan ttg KABUT.
Sementara itu banyak orang YG BERLUTUT di BUKIT2 PASIR. Sa’at itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN.
Hal ini ditandai dg KAMAR2 bertuliskan huruf QOF.
#NO.KRONOLOGI CERITA
41.YG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

Cerita VI ; (Surah 51 – 60)
ANGIN YG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi sa’at BINTANG & BULAN bersinar.
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YG DIUJI.
#NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YG DIUJI – AL
MUMTAHANAH

Cerita VII ; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pd HARI JUM’AT berbeda dg ORANG2 MUNAFIK.
Demikian juga pd HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2.
Ketika aku di-TALAK, aku MHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yg indah, PENA yg mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT2 NAIK bagi amal sholih.
#NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG2 MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN2 – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA ‘ARIJ

Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN disa’at ORANG YG BERSELIMUT dan ORANG YG BRKEMUL tertidur pulas.
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT.
Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dg MALAIKAT YG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR ttg kematian, MALAIKAT2 YG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.
#NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX ; (Surah 81 – 90)
Ombak MGGULUNG, bumi TRBELAH, ORANG2 YG
CURANG pun ikut TERBELAH.
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YG PALING TINGGI.
Pada HARI PBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
#NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG2 YG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI tenggelam sa’at MALAM tiba.
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki & menumbuhkan BUAH TIN.
Sementara itu manusia yg berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG pun mati.
NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT

Cerita XI ; (Surah 101 – 110)
HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH.
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dg pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR.
Saat itu ORANG2 KAFIR tidak m’dapatkan PERTOLONGAN.
NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG2 KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR

Cerita XII (Surah 111-114)
Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah m’hafalnya.
NO.SURAT
111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQi
114.AN NAAS

Semoga bermanfaat:)

Mendidik Anak dan Kesholehan Orang Tua

💞 MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANG TUA

Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.  hafidzohulloh

Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa „alaihimas salam.Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekadar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orang tua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.

Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: Allah akan menjaga keturunan seseorang manakala ia salih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.1

Subhânallâh, begitulah dampak positif kesalihan orang tua! Sekalipun telah meninggal dunia masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup?? Tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.

💦Urgensi Kesalihan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama. Ingin agar keturunan kita menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai citacita mulia tersebut ternyata adalah: kesalihan dan ketakwaan kita selaku orang tua. Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi salih dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa!

Kesalihan jiwa dan perilaku orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk kesalihan anak. Sebab ketika si anak membuka matanya di muka bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insyaAllah itupun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan, “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!

🌻Beberapa Contoh Aplikasi Nyatanya

Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan shalat lima waktu, gamitlah tangannya dan berangkatlah ke masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke masjid, sedangkan Anda asyik menonton televisi.

Jika Anda berharap anak rajin membaca Alquran, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang keluar dari lisan ayah, ibu ataupun kaset dan radio. Jangan malah Anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu!

Kalau Anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan, “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”.
Tapi ternyata, kita malah pulang malam!

Dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.

Terus apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian, “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, insya Allah kamu bisa ikut”.

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.

Anda ingin anak jujur? Mulailah dari diri Anda sendiri!

🌵Sebuah Renungan Penutup

Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan zaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orang tua dan anak.

Dulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dengan sabar bercerita tentang kisah para nabi, para sahabat hingga teladan dari para ulama, sekarang mereka lebih nyaman untuk menghabiskan waktu ber-facebook-an dan akrab dengan artis di televisi. Dulu bapak-bapak mengajari anaknya sejak dini tatacara wudhu, shalat dan ibadah primer lainnya, sekarang mereka sibuk mengikuti berita transfer pemain bola!

Bagaimana kondisi anak-anak saat ini, dan apa yang akan terjadi di negeri kita lima puluh tahun ke depan, jika kondisi kita terus seperti ini??

Jika kita tidak ingin menjumpai mimpi buruk kehancuran negeri ini, persiapkan generasi muda sejak sekarang. Dan untuk merealisasikan itu, mulailah dengan memperbaiki diri kita sendiri selaku orangtua! Sebab mendidik anak memerlukan kesalihan orangtua.

Semoga Allah senantiasa meridhai setiap langkah baik kita, amien…

_____
Catatan Kaki:

– 1 . Lihat: Tafsîr ath-Thabary (XV/366), Tafsîr al-Baghawy (V/196), Tafsîr al-Qurthuby (XIII/356), Tafsîr Ibn Katsîr
(V/186-187), Tafsîr al-Jalâlain (hal. 302-303) dan Tafsîr as-Sa‟dy (hal. 435).

Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1432 / 9 Agustus 2011
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. hafidzohulloh

📚Sumber: Jurus Jitu Mendidik Anak – Serial Ebook Islami http://www.yufid.com
______
Diposting kembali:
Kodham Media, Edisi 25 Agustus 2015.
Silahkan di share dgn mencantumkan sumbernya…

YUK MENGENAL ISTILAH BAHASA ARAB SEHARI-HARI

🍂 Yuk Mengenal Istilah Bahasa Arab yang Biasanya Digunakan di Sekitar Kita.

🍂 INTERNET membuka semua akses ilmu pengetahuan yang bisa dikatakan lengkap. Termasuk juga soal bahasa Arab.

🍂 Karena para pemakainya juga merupakan aktivis dakwah, maka lumrah sekarang kita dapati istilah-istilah bahasa Arab yang sangat akrab di sekeliling kita. Nah apa saja artinya?

1. Akh (saudara pria 1 org)
2. Akhi (saudaraku pria 1 org)
3. Ukht (saudari perempuan 1 org)
4. Ukhti (saudariku perempuan 1 org)
5. Ikhwan/ikhwah (saudara pria banyak)
6. Akhawat (bukan akhwat, saudari perempuan banyak)
7. Ana (saya, dalam bahasa Betawi digunakan ane)
8. Anta (Anda, untuk laki-laki. Dalam bahasa Betawi digunakan ente)
9. Anti (Anda, untuk perempuan)
10. Antum (Kalian, untuk laki-laki banyak. Tapi kata ini sering juga digunakan untuk Anda (1 laki-laki), dalam rangka penghormatan). Misalnya ketika berbicara kepada yang lebih tua atau dihormati, digunakan kata Antum meskipun orangnya satu.
11. Jazaakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara laki-laki 1 orang).
12. Jazakumullah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk laki-laki banyak, bisa juga digunakan untuk campur laki-laki dan perempuan banyak)
13. Jazaakillah (perempuan 1 orang)
14. Wa iyyaka (semoga engkau juga dibalas dengan kebaikan, jawaban bagi yang mengucapkan jazaakallah, untuk laki-laki)
15. Wa iyyaki (sama dengan: no 14, tapi untuk perempuan)
16. Syukran (terima kasih, bisa untuk laki-laki atau perempuan)
17. ‘Afwan (sama-sama, jawaban untuk org yg mengucapkan syukran) Tapi, afwan secara asal artinya: maaf. Karenanya biasa digunakan di awal pembicaraan. Misal : afwan, ana telat. (Maaf, saya terlambat). Padahal, kalimat ini jarang digunakan oleh orang Arab.
18. Ittaqillaah haitsumma kunta (bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada)
19. Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsumma kunna (semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada)
20. Allahummaghfir lana wal muslimin (ya Allah ampunilah kami dan kaum muslimin)
21. Syafakallah (semoga Allah menyembuhkanmu : laki-laki, Syafakillah : perempuan) Syafahallah lebih dari satu orang.
22. Fii amaanillah (Semoga dalam lindungan Allah)
23. Ilalliqa’ (Sampai ketemu lagi, diucapkan oleh orang yang mau pamit)
24. Ma’as salaamah (semoga dalam keselamatan, dijawab oleh yang dipamitin)
25. Baarakallah fiikum (semoga Allah memberkahi pada kalian) Barakallah fikum/Allahu yubarik fikum, semoga Allah memberikan kalian berkah.
26. Baarakallahu laka (sama dengan no 25, khusus buat laki-laki)
27. Baarakallahu laki (sama dengan no 26, khusus perempuan)
28. Ahsanta (Engkau bagus, untuk laki-laki 1 orang. Biasanya digunakan buat memberikan pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)
29. Ahsanti (sama dengan no 28 untuk perempuan 1 orang)
30. Na’am (Ya, buat laki-laki atau perempuan), La (Tidak, buat laki-laki atau perempuan)
31. Shahih (Benar)
32. Yakfi (Cukup. Dalam bahasa Inggris sama dengan kata enough).
33. Tafadhdhal (silakan, untuk laki-laki 1 orang, tapi bisa juga untuk umum).
34. Tafadhdhalii (silakan, untuk perempuan 1 orang)
35. Mumtaaz (Keren, bagus banget, untuk pujian)
36. Laa Adri (Tidak tahu)
37. Shadaqta (engkau benar, untuk laki-laki. untuk perempuan : shadaqti)
38. Allahul musta’an (hanya Allah-lah tempat kita memohon pertolongan)
39. Wa anta kadzalik : (begitu juga kamu)
40. Ayyu Khidmah ( ada yang bisa dibantu?)
41. Hafizhanallah (semoga Allah menjaga kita)
42. Zadanallah ilman wa hirsha (semoga Allah menambah kita ilmu dan semangat)
43. Allahu yahdik (semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah)
44. Hadaanallah (semoga Allah memberikan kita petunjuk/hidayah).

🍂 Semoga bermanfaat ikhwah

Inilah Milyuner di Sekitar Rasulullah SAW

Para Milyuner di sekitar Rasulullah

Beberapa Sahabat Rasulullah, berdasarkan catatan sejarah yang di-indikasikan sebagai Konglomerat, antara lain :

1. Abu Bakar ra.

Ibnu Umar ra mengatakan diawal keislaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 Dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 Dirham Perak saat ini adalah Rp. 67.500, itu artinya yang dibayar oleh beliau setara dengan Rp 2,7 Miliar.

2. Umar bin Khaththab ra.

Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar ra. telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan Rp. 284,4 Milyar (dinar) atau Rp. 8,1 Milyar (dirham).

3. Utsman bin Affan ra.

Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).

4. Abdurrahman bin Auf ra.

Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas atau setara dengan Rp. 3,5 Milyar.

Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah, atau setara dengan nilai Rp. 118,5 Milyar.

Dari Ayyub (As-Sakhtiyani) dari Muhammad (bin Sirin), memberitakan ketika Abdurrahman bin Auf ra. wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan warisan sebesar 30.000 dinar emas. Hal ini berarti keseluruhan istri-nya memperoleh 120.000 dinar emas, yang merupakan 1/8 dari seluruh warisan.

Dengan demikian total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf ra, adalah sebesar 960.000 dinar emas, atau jika di-nilai dengan nilai sekarang setara dengan Rp. 2,2752 Trilyun.

5. Abdullah ibnu Mas’ud ra.

Menurut Zurr bin Hubaisy Al-Kufi, Ibnu Mas’ud ra. ketika meninggal dunia mewariskan harta senilai 70.000 dirham, atau saat ini senilai Rp. 4,725 milyar.

6. Hakim bin Hizam ra.

Urwah bin Az-Zubair berkata bahwa Hakim bin Hizam telah mensedekahkan 100 unta, atau saat ini senilai dengan Rp. 1 Milyar.

7. Thalhah bin Ubaidillah ra.

Menurut Musa bin Thalhah, Thalhah bin Ubaidillah ketika meninggal mewariskan harta berupa 200.000 dinar emas, atau saat ini senilai Rp. 474 Milyar.

8. Sa’ad bin Abi Waqqash ra.

Menurut Aisyah binti Sa’ad, ketika Sa’ad bin Abi Waqqash ra. meninggal dunia, beliau mewariskan 250.000 dirham, atau pada saat ini senilai Rp. 16,875 Milyar.

9. Ibnu Umar ra.

Ibnu Umar pernah menjual tanahnya seharga 200 ekor unta. Lalu, separuhnya dia gunakan untuk membekali pasukan mujahid. Jika satu ekor unta saat ini senilai 4.000 riyal dan 1 riyal = Rp. 2.500, maka jumlah yang telah di-sumbangkan Ibnu Umar adalah sebesar Rp. 1 Milyar (50% x 200 x 4000 x Rp. 2500).
Seorang muslm diperbolehkanbercita-cita menjadi orang kaya dengan niat untuk memperkuat agamanya.

#reshare

Tips Istiqomah Ibadah dan Amalan

KOMUNITAS DHUHA UMMAT (KODHAM)
MOSLEM DHUHA  COMMUNITY (MDC)

📣 Kodham Media
📚 Istiqomah Ibadah

Hari Tanggal : Ahad. 19 April 2015 🌝 27 Jumadil Akhir 1436 H
No                   : 019/KOM/04/2015
Tujuan            : Kodhamer dan umum

💦💦💦💦💦💦💦💦💦

“Tips Istiqomah Ibadah dan Amal”

Allah swt menjanjikan balasan yang besar kepada orang-orang yang istiqomah. “Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Ahqaf:13-14).
Jalan mendatangkan pertolongan Allah SWT
Merupakan ciri mendasar orang mukmin.
Merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt. Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah radhiyallahu anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda,”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Taala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.(HR. Muslim)
Berprestasi dalam hidup
Meraih apa yang dimimpikan
Manfaat bagi ummat
Ciri Hamba Allah Miliki Sifat Istiqomah

Konsisten dalam memgang teguh aqidah tauhid
Konsisten dalam menjalankan ibadah
Konsisten dalam menjalankan syariat agama (perintah dan larangan Allah SWT)
Konsisten dalam bekerja dan berkarya (semangat dan ikhlas karena Allah swt)
Konsisten dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan
Tips Istiqomah

Membuat tujuan hidup jelas (Big Project)
Hujamkan hujamkan tekad dalam hati (Komitmen)
Yakin jaminan dari Allah Swt bila istiqomah
Yakin dengan semua yang terjadi atas izin Allah Swt
Terue menerus meningkatkan pengetahuan dan wawasan (tentang istiqomah)
Tentukan amal apa yang akan istiqomah (Qiyamullail, shalat witir, shalat qobla subuh, shalat dhuha, sedekah, baca quran, dzikir, berpakaian syari, berakhlaq sesuai sunah, menuntut ilmu, dll)
Step by step dalam beramal
Sertai setiap amal dengan sabar dan syukur
Bergaul dengan yang bertujuan amal yang sama
Berdoa agar mejadi ahli amal istiqomah
‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi Ala Diinik’Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”[HR.Tirmidzi]
‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi Ala Ta’atik’Artinya: “Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”[HR. Muslim]
‘Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa Alaa Tho’atika’Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)
‘Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Bada Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab’Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”(QS. Ali Imran: 7)

Sumber: http://bit.ly/1CZwxaq

Kodham Center:
089502816008
=========================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twitter : @DhuhaUmmat
Blog : kodham.wordpress.com
=========================
Cara gabung kodham
Ketik : GabungKodham#nama#L/P#umur#no WA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
⏩ WA
Ikhwan : Akh Irawan (089630319724 )
Akhwat: Ukh Suzan (08563212921)
⏩ BBM
Ikhwan : Akh Rocky (553F7F7F)
Akhwat : Ukh indri (28645022)
========================

Bagaimana Sedekah Yang Sesuai Syariah?

Tanya-Jawab Syariah

Nara Sumber : Tim Assatid IHQ

Tanya : Asalamu alaikum ..
Ada tetangga saya pernah  bertanya, bagaimana hukumnya jika kita ingin berniat sedekah secara sembunyi-sembunyi, kepada seseorang yang kurang mampu ,, tapi kita mengambil uang suami tanpa sepengetahuannya. mohon penjelasannya Syukron.

🍹Jawab :

🍣 Bersedekahlah dengan cara yang makruf dan kepastian harta kita yg di berikan adalah halal, yang lebih penting bukan sedekah tapi memberi pemahaman kepada suami. Dakwahi keutamaan berbagi ,, Sehingga tidak harus sembunyi-sembunyi dalam memberikan shodaqoh.
Jelasnya ada dlm hadits di bawah ini :

Rasulullah صلى الله عليه وسلم: 

عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « أَنْفِقِى وَلاَ تُحْصِى فَيُحْصِىَ اللَّهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعِى فَيُوعِىَ اللَّهُ عَلَيْكِ »

Dari Asma’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepadanya, “Berinfaklah dan jangan dihitung-hitung (sehingga engkau merasa sudah banyak berinfak dan pada akhirnya kau berhenti berinfak). Jika demikian maka ALLAH akan perhitungan denganmu dalam anugrahNya dan jangan kau simpan kelebihan hartanya sehingga ALLAH akan menyimpan (baca: menahan) anugrahNya kepadamu” (HR Bukhari no 2451 dan Muslim no 1029).

🍔 Dalam hadist ini Nabi memerintahkan Asma untuk banyak-banyak berinfak dan Nabi tidak memerintahkannya untuk minta izin terlebih dahulu kepada suaminya yaitu az Zubair. Andai itu sebuah keharusan tentu Nabi akan memerintahkannya.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَجُوزُ لاِمْرَأَةٍ أَمْرٌ فِى مَالِهَا إِذَا مَلَكَ زَوْجُهَا عِصْمَتَهَا ».

🍤 Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan yang bersuami untuk membelanjakan harta pribadinya (tanpa seizin suaminya)” (HR Abu Daud no 3546, Nasai no 3756, Ibnu Majah no 2388 dan dinilai al Albani sebagai hadits hasan shahih).

🍡Hadist ini kita kompromikan dengan hadits-hadits di atas dengan kita katakan bahwa di antara bentuk pergaulan yang baik antara suami dan istri adalah jika seorang istri ingin membelanjakan harta pribadinya untuk membeli sesuatu atau berinfak hendaknya bercerita kepada suaminya terlebih dahulu. Inilah adab yang hendaknya dimiliki oleh seorang istri dan itulah yang terbaik.
Berdasarkan uraian di atas maka istri  boleh shodaqoh  dengan harta pribadi,  meski dengan cara diam-diam dan tanpa sepengetahuan suami namun lebih baik jika istri  bercerita kepada suami tentang apa yang ibu lakukan.

🍧Sedangkan penjelasan mengenai seorang istri yang bersedekah dengan menggunakan uang belanja tanpa seizin suami adalah sebagai berikut. Bahwa uang belanja tersebut pada dasarnya adalah harta suami, seorang istri hanya sebagai pihak yang mengelola harta tersebut, tentu dengan izin sang suami. Para fuqaha` sepakat bahwa seorang istri boleh memberikan sedekah dari harta suaminaya dengan izin yang jelas darinya. Sedangkan jika tanpa izin, menurut jumhurul ulama diperbolehkan sepanjang tidak dilarang sang suami dan jumlahnya sedekahnya sedikit. Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam kitab yang sama dengan di atas.  

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّهُ يَجُوزُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَتَصَدَّقَ مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا لِلسَّائِل وَغَيْرِهِ بِمَا أَذِنَ الزَّوْجُ صَرِيحًا . كَمَا يَجُوزُ التَّصَدُّقُ مِنْ مَال الزَّوْجِ بِمَا لَمْ يَأْذَنْ فِيهِ ، وَلَمْ يَنْهَ عَنْهُ إِذَا كَانَ يَسِيرًا عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ 

🍭“Para fuqaha’ telah sepakat bahwa boleh bagi seorang istri bersedekah dari rumah (harta) suaminya kepada peminta atau selainnya dengan izin yang jelas dari sang suami. Sebagaimana boleh menurut jumhurul ulama bagi seorang istri bersedekah dari harta suaminya dimana sang suami tidak mengizinkan dan tidak melarangnya. Hal ini ketika harta yang disedekahkan itu jumlahnya sedikit.” (Kementrian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, cet-1, Mesir-Dar ash-Shofwah, juz, 36, h. 326).

🍫Dari pemaparan mengenai pandangan jumhurul ulama yang memperbolehkan seorang istri memberikan sedekah dari harta suaminya setidaknya bisa diambil kesimpulan bahwa dalam sedekah tersebut tidak mengganggu kebutuhan primer keluarga seperti kebutuhan suami dan anak. Pihak suami mengetahui bahwa sang istri bersedekah dengan hartanya tetapi mendiamkan saja. Sepanjang hal ini terpenuhi maka tidak menjadi persoalan. Namun jika suami melarang tentunya tidak diperbolehkan.

[Ustadz Suhendi]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋

🍳 Saya mau bertanya
tentang shodaqoh. saya pernah dengar sebaik-baik shodaqoh adalah lebih utama untuk karib kerabatnya terlebih dahulu sebelum ke orang lain … jika disekitar kita ada yang kekurangan mana yang lebih baik untuk kita beri shodaqoh ?? tetangga kita atau tetap sodara yang masih kekurangan walau tempat tinggalnya jauh dari kita?? syukron.

🍩Jawab :

🍱 Benar bunda .. penerima shodaqoh itu sudah
ada tuntunannya dalam syariah ini. sebagaimana yang ALLAH ta’ala katakan dalam firmanNya, yg maknanya adalah :

” Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada ALLAH, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, serta orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah [2]: 177)

🍰 Dalam ayat di atas  di jelaskan tentang pemberian harta yang disenangi (shodaqoh) seseorang kepada :
🎍kerabat
🎍anak yatim
🎍orang-orang miskin
🎍orang-orang yang dalam perjalanan (musafir)
🎍peminta-minta 
🎍untuk memerdekakan hamba sahaya.

🍟Perihal shodaqoh banyak hadist yang menjelaskan tentang keutamaan pemberian kepada orang yang berhak.  salah satunya di bawah ini :

🍞Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .

“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

🍛 Dari sejumlah referensi terutama kitab-kitab tafsir, yang saya baca terkait dengan ayat di atas, saya dapat mencatat dua hal yang patut kita perhatikan dalam mengeluarkan harta kita. 
📂 harta yang kita keluarkan adalah harta yang kita senangi.
Penjelasan ini juga dikuatkan dengan firman ALLAH SWT di dalam surah Âli ‘Imrân, ayat 92.

📂 Kita memberikan harta kepada golongan yang disebutkan didalam ayat tersebut sesuai dengan prioritas yang disebutkan di dalam ayat tersebut. Prioritas yang dimaksud adalah sesuai dengan urutan penyebutan golongan tersebut. Kerabat lebih prioritas daripada anak yatim. Anak yatim lebih prioritas dari pada orang-orang miskin. Orang-orang miskin lebih prioritas daripada musafir. Dan begitu seterusnya. Karena itu, jika kita hendak menyedekahkan harta kita, sejatinya kita merangkingkan golongan yang berhak menerima sedekah yang disebutkan di dalam ayat tersebut sebagai berikut.

✒ Kerabat (yang fakir).
✏Anak yatim (yang fakir).
✒Orang-orang miskin.
✏Musafir.
✒Peminta-minta.
✏(Biaya) untuk memerdekakan hamba sahaya.

🍦Dalam menyalurkan harta, jika memang terbatas, sebaiknya diberikan kepada pihak penerima nomor satu terlebih dahulu, sebelum diberikan kepada pihak penerima nomor dua. Jangan dilongkap! Jika di antara kerabat kita masih ada yang membutuhkan bantuan finansial dari kita, kita harus lebih memerhatikan mereka. Mereka lebih berhak untuk mendapat perhatian dan menerima bantuan kita. Daripada pihak penerima sedekah yang lain. Hal itu karena kita yang lebih bertanggung jawab untuk mengayomi kerabat dan atau keluarga kita daripada orang lain.

🍴Saya rasa sudah jelas, dari jawaban tersebut berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan (skala prioritas sesuai urutanya).

☕ Maksudnya jika saudara bunda orang yang lebih berkecukupan maka boleh Harta shodaqoh diberikan kepada orang lain meskipun jauh lokasinya jika benar-benar membutuhkannya.

[Ustadz Suhendi]

والله أعلم بالصواب

Tim Assatidz IHQ🌴

🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓🍋🍓

Tanya : Bagaimana caranya agar kita bisa hidup produktif dan berkualitas?

🍝 Jawab :

Ukhti penanya yang InsyaaALLAH dirahmati ALLAH …

🍵 Dalam sebuah hadist yang mulia, RasuluLLAH berpesan kepada seluruh umatnya bahwa,

خير الناس انفعهم للناس…

“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain”

🍜 Dengan kata lain, semakin kita bermanfaat untuk orang lain maka derajat “khoirun naas” kita juga akan semakin tinggi, wallahu a’lam.

Tanya : Lalu bagaimana sih caranya agar kita bisa lebih produktif dan bisa bermanfaat untuk orang lain?

Jawab : Tentunya kita ikhlaskan niat kita dalam melakukan sesuatu itu