Kodham Media : Inilah Azab Jika Meninggalkan Shalat 5 Waktu

📣 Kodham Media
📚Motivasi sholat waktu

Hari Tanggal : Rabu 11 November 2015 🌝 29 Muharram 1437 H
No                   : 11/KOM/11/2015
Tujuan         : Sahabat kodham dan umum

🍓🍃🍋🍃🍐🍃🍓🍃🍋

🍋 AZAB MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU

Berikut ini adalah Beberapa Azab yang akan di timpakan bagi orang yang meninggalkan sholat 5 waktu :
🍒5 AZAB YANG DITIMPAKAN DI DUNIA

1. Akan dicabut keberkahan umurnya
2. Ciri-ciri ke shalehannya akan di cabut dari wajahnya
3. Setiap amal yang dilakukannya tidak akan di beri pahala oleh Allah SWT.
4. Doanya tidak akan diangkat ke langit
5. Tidak mendapat bagian dari do’a-do’anya orang yang shaleh
(Tidak akan dapat bagian dari percikan doa- doanya
para Sholihin).

🍐3 AZAB KETIKA AKAN MATI
1. Ia akan mati dalam keadaan hina (su’ul khotimah)
2. Ia akan mati dalam keadaan lapar
3. Ia akan mati dalam keadaan haus, walaupun di beri air minum tidak akan menghilangkan rasa hausnya (walau dituangkan air tawar laksana lautan ia akan tetap haus.)Nauzubilah minzaliik

🍓3 AZAB DI DALAM KUBUR
1. Kubur akan menjepitnya hingga tulang rusuknya bersilangan
2. Akan dinyalakan api didalam kuburnya, dan ia akan bergulingan diatasnya siang dan malam
3. Allah akan memasukan ular dalam kuburnya. Ular itu yang bernama Sijaul Aqra dan ular itu akan memukulnya sampai hari Qiamat dan setiap pukulan Ular itu, ia akan ditenggelamkan ke dalam kuburnya 70 hasta.

🍃3 AZAB KETIKA HARI KIAMAT
1. Hisabnya sangat keras
2. Allah akan memarahinya
3. Masuk kedalam neraka jahanam

MARI KITA SHOLAT, MARI KITA MENUJU KEMENANGAN..!!
AJAKLAH KELUARGAMU UNTUK MENDIRIKAN SHOLAT BERJAMAAH
“Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka”
Ya Allah…
✔ Muliakanlah orang yang membaca  ini
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar

Aamiin ya Rabb

Sumber :
http://bit.ly/1AU4GGK

Kodham Center:
089502816008
=========================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twitter : @DhuhaUmmat
Website: kodham.org
Blog : kodham.worpress.com
=========================
Cara gabung kodham
Ketik : GabungKodham#nama#L/P#umur#no WA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
⏩ WA
Ikhwan : Akh Irawan (089630319724 )
Akhwat: Umi Asih (085878400076)
⏩ BBM
Ikhwan : Akh Rocky (553F7F7F)
Akhwat : Ukh indri (28645022)
========================

Advertisements

10 LANGKAH RASULULLAH DALAM MERAIH KEMENANGAN

10 langkah yang ditempuh oleh Rasulullah hingga meraih kemenangan.

1. Tauhid yang bersih, yang mampu menghempas kebathilan, dan kekuatannya bisa menghancurkan kejahiliyahan.

2. Optimisme yang menembus waktu melintasi sejarah dan melewati relung zaman.

3. Keteguhan pada prinsip, yang melahirkan keyakinan pasti bahwa dakwah pada akhirnya akan mendapat kemenangan.

4. Tidak tergiur kenikmatan hidup, kelezatan materi dan kemuliaan semu.

5. Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa hingga seperti tidak mungkin dilakukan, tetapi sesungguhnya itulah kenyataan. Sepertinya utopis tetapi itulah fakta.

6. Selalu melakukan pembekalan di jalan yang sulit. Bekal dari tenggelam dalam ibadah, bekal dari dzikir yang hidup, bekal dari kekhusyu’an yang menakjubkan, memutuskan diri hanya untuk ibadah kepada Allah swt dengan cara yang luar biasa.

7. Seimbang, pertengahan, tidak lebih dan tidak kurang dalam perkataan, dalam tindakan dan dalam keadaannya.

8. Mengamalkan apa yang diserukan. Anggota tubuh mendahului lisannya. Gerak-geriknya. Gerak-geriknya mendahului kalimatnya. Dialah Al Quran yang berjalan di atas bumi. Kesucian yang bergerak diantara bintang-bintang.

9. Optimalisasi potensi, pendelegasian tugas, pengarahan kemampuan dan penggunaan pikiran yang disinari oleh wahyu Allah swt.

10. Menjanjikan sahabatnya dengan keridlaan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

https://kodham.org
https://kodham.wordpress.com

10 langkah yang ditempuh oleh Rasulullah hingga meraih kemenangan.

1. Tauhid yang bersih, yang mampu menghempas kebathilan, dan kekuatannya bisa menghancurkan kejahiliyahan.

2. Optimisme yang menembus waktu melintasi sejarah dan melewati relung zaman.

3. Keteguhan pada prinsip, yang melahirkan keyakinan pasti bahwa dakwah pada akhirnya akan mendapat kemenangan.

4. Tidak tergiur kenikmatan hidup, kelezatan materi dan kemuliaan semu.

5. Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa hingga seperti tidak mungkin dilakukan, tetapi sesungguhnya itulah kenyataan. Sepertinya utopis tetapi itulah fakta.

6. Selalu melakukan pembekalan di jalan yang sulit. Bekal dari tenggelam dalam ibadah, bekal dari dzikir yang hidup, bekal dari kekhusyu’an yang menakjubkan, memutuskan diri hanya untuk ibadah kepada Allah swt dengan cara yang luar biasa.

7. Seimbang, pertengahan, tidak lebih dan tidak kurang dalam perkataan, dalam tindakan dan dalam keadaannya.

8. Mengamalkan apa yang diserukan. Anggota tubuh mendahului lisannya. Gerak-geriknya. Gerak-geriknya mendahului kalimatnya. Dialah Al Quran yang berjalan di atas bumi. Kesucian yang bergerak diantara bintang-bintang.

9. Optimalisasi potensi, pendelegasian tugas, pengarahan kemampuan dan penggunaan pikiran yang disinari oleh wahyu Allah swt.

10. Menjanjikan sahabatnya dengan keridlaan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

https://kodham.org
https://kodham.wordpress.com

INILAH KEUTAMAAN SHALAT QOBLIYAH SHUBUH

📣 Kodham Media
📚Motivasi Sholat Fajar

Hari Tanggal : Rabu 04 November 2015
🌝 22 Muharram 1437 H
No                   : 04/KOM/11/2015
Tujuan         : Sahabat Kodham dan Umum

💟🍑💟🍑💟🍑💟🍑💟

⛅Keutamaan Qabliyah Shubuh

Sholat 2 Raka’at Sebelum Sholat Subuh
عن عائشة عن النبي قال (( ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها )). رواه مسلم. وفي رواية (( لهما أحب إلي من الدنيا جميعاً ))

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”.

Makna Kalimat :

Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.

lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.

Pelajaran dari Hadits :

🌴1.Keutamaan akhirat dibanding dunia. Karena perhiasan dunia, bagaimanapun indah dan mahalnya, maka itu semua akan hilang dan sirna. Adapun akhirat, maka kenikmatannya kekal selama-lamanya dan tidak akan sirna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ [النحل/96]

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl : 96]

Maka orang yang berakal sehat tidak akan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang fana dengan meninggalkan yang kekal. Namun seorang yang berakal sehat adalah seorang yang senantiasa memperhatikan dan bersemangat terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk akhiratnya, dengan tetap mencari kehidupan dunia sekadar mencukupi kebutuhannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا [القصص/77]

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kehidupan dunia.” [Al-Qashash : 77]

🌴 2.Betapa besar nilai pahala yang Allah berikan untuk dua rakaat shalat fajr (yakni shalat sunnah rawatib qabliyah shubuh), padahal dua raka’at tersebut adalah amalan yang ringan. Ini merupakan salah satu bentuk keutamaan dan keluasan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

🌴 3.Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua  rakaat fajr.”

🌴 4.Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]

🌴5.Tuntunan sunnah pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (Qul huwallahu ahad).

Atau boleh juga pada rakaat pertama membaca ayat :

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (136) [البقرة/136]

🌴6. Sholat sunat fajar adalah sholat sunat yang  dikerjakan sebelum sholat subuh

Sumber
http://bit.ly/1Rsc864

Kodham Center:
089502816008
=========================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twitter : @DhuhaUmmat
Website: kodham.org
Blog : kodham.worpress.com
=========================
Cara gabung kodham
Ketik : GabungKodham#nama#L/P#umur#no WA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
⏩ WA
Ikhwan : Akh Irawan (089630319724 )
Akhwat: Umi Asih (085878400076)
⏩ BBM
Ikhwan : Akh Rocky (553F7F7F)
Akhwat : Ukh indri (28645022)
========================

Berpolitik Dalam Islam, Bolehkah?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

🍃🌷Kenapa dan Bagaimana? Serta Jawabannya🌷🍃

Ikhwah fillah …

Mungkin masih ada di antara kita bertanya kenapa   berpolitik.

Jawabannya adalah ….

✔ Karena politik juga ditempuh para nabi ‘Alaihimussalam.

Rasulullah  ﷺ telah bersabda:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ
“Adalah Bani Israil, dahulu mereka di-siyasah-kan oleh para nabi.” (HR. Bukhari No. 3268 dan Muslim No.1842)

Maka, berpolitik adalah jalannya para nabi  sebagaimana da’wah dan jihad.

✔Karena politik itu melayani

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan: “Yaitu: mereka (para nabi) mengurus urusan mereka (Bani Israil) sebagaimana yang dilakukan para pemimpin (umara’) dan penguasa terhadap rakyatnya.    (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/316)

✔ Karena prinsip politik yang hakiki itu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kerusakan

Imam Ibnu ‘Aqil Al Hambali Rahimahullah menjelaskan:

السِّيَاسَةُ مَا كَانَ مِنْ الْأَفْعَالِ بِحَيْثُ يَكُونُ النَّاسُ مَعَهُ أَقْرَبَ إلَى الصَّلَاحِ وَأَبْعَدَ عَنْ الْفَسَادِ

“As Siyaasah (politik) adalah aktifitas yang memang  melahirkan maslahat bagi manusia dan menjauhkannya dari kerusakan (Al fasad).” (I’lamul Muwaqi’in, 6/26)

✔Karena hakikatnya politik adalah salah satu wujud keadilan Allah dan RasulNya

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan:

وَنَحْنُ نُسَمِّيهَا سِيَاسَةً تَبَعًا لِمُصْطَلَحِهِمْ ، وَإِنَّمَا هِيَ عَدْلُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، ظَهَرَ بِهَذِهِ الْأَمَارَاتِ وَالْعَلَامَاتِ .

“Kami menamakannya dengan politik karena mengikuti istilah yang mereka buat. Padahal itu adalah keadilan Allah dan RasulNya, yang ditampakkan tanda-tandanya melalui politik.”  (Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Ath Thuruq Al Hukmiyah, Hal. 18. Mathba’ah Al Madani. Tahqiq: Muhammad Jamil Ghazi)

Ikhwah fillah ……

Mungkin ada di antara kita bertanya, kenapa kita ikut dalam kompetisi perebutan kekuasaan?

Jawabannya adalah:

✔ Karena agama dan kekuasaan adalah saudara kembar, maka satukanlah!

Hujjatul Islam, Imam Al Ghazali Rahimahullah menjelaskan:

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat, tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar; agama merupakan  pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Dan tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” (Imam Al Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, 1/17. Mawqi’ Al Warraq) 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulkah menjelaskan:

            “Wajib diketahui bahwa kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidaklah tegak kecuali dengannya. Segala kemaslahatan manusia tidaklah sempurna kecuali dengan memadukan antara keduanya,  di mana satu sama lain saling menguatkan. Dalam perkumpulan seperti inilah diwajibkan adanya kepemimpinan, sampai-sampai Nabi  ﷺ mengatakan: “Jika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.” Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Said dan Abu Hurairah.   (As Siyasah Asy Syar’iyyah, 169. Mawqi’ Al Islam)

✔ Karena kekuasaan merupakan alat pukul nahi munkar yang sangat efektif

Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘Anhu menjelaskan:

إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن

“Sesungguhnya Allah ﷻ memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan   sesuatu (kemungkaran) yang  tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran.” (Imam Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, 2/12. Dar Ihya At Turats) 

Kita akui dan melihat adanya manusia atau kemungkaran yang tidak bisa berubah menuju baik, dengan hanya petuah, nasihat, dan bimbingan Kitabullah. Mereka baru dapat diubah dengan kekuatan dan wewenang penguasa dan kekuasaan, berupa aparat dan peraturan.

Seribu khutbah khatib Jumat yang berkhutbah tentang khamr, belum tentu  dalam waktu dekat mampu menghilangkan khamr. Bandingkan dengan tanda tangan satu orang penguasa (cth: wali kota, bupati, gubernur) yang mengatur peredaran khamr, yang dilengkapi hukuman bagi para pelanggarnya.

Inilah kekuasaan, dia bisa memaksa, berbeda dengan nasihat ulama yang tugasnya: fadzakkir innama anta mudzakkir lasta ‘alaihim bimushaythir – “Berikanlah peringatakan, sesungguhnya tugasmu hanya memberi peringatakan, kamu tidak ada kuasa memaksa mereka.”

Ikhwah fillah ….

Mungkin ada di antara kita bertanya, bukankah kita para da’i ilallah, apakah tidak mengapa meminta-minta jabatan dan kekuasaan?

Jawabannya adalah:

Ya, Karena hal itu tidak mengapa  jika dia punya kecakapan dan kelayakan, bukankah kita berdoa kepada Allah ﷻ : waj’alnaa lil muttaqiina imaama – dan jadikanlah kami sebagai PEMIMPIN bagi orang-orang bertaqwa. Bukankah kita sering memintanya kepada Allah ﷻ ?

✔Karena Nabi ﷺ tidak melarang seseorang minta jabatan kepemimpinan jika dia pantas.

Utsman bin Abu Al ‘Ash Radhiallahu ‘Anhu  berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْنِي إِمَامَ قَوْمِي قَالَ أَنْتَ إِمَامُهُمْ وَاقْتَدِ بِأَضْعَفِهِمْ وَاتَّخِذْ مُؤَذِّنًا لَا يَأْخُذُ عَلَى أَذَانِهِ أَجْرًا

Wahai Rasulullah jadikanlah aku sebagai pemimpin bagi kaumku! Beliau bersabda: “Engkau adalah pemimpin bagi mereka, perhatikanlah orang yang paling lemah di antara mereka, dan angkatkah seorang muadzin dan jangan upah dia karena azannya.” (HR. Abu Daud No. 531, Ahmad No. 17906, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 8365, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 1636, Al Hakim No. 715, katanya: shahih sesuai syarat Imam Muslim. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 17906)

✔Karena para ulama pun tidak memandang itu sebagai perbuatan terlarang demi maslahat yang syar’i

Imam Abul Hasan Al Mawardi Rahimahullah  berkata:

“Sebagian fuqaha mengatakan bahwa memperebutkan jabatan kepepimpinan tidaklah tercela dan  terlarang, dan mengincar jabatan imamah bukan suatu yang dibenci.” (Al Ahkam As Sulthaniyah, Hal. 7)

Imam Ash Shan’ani  Rahimahullah mengomentari:

Hadits ini menunjukkan kebolehan meminta jabatan kepemimpinan dalam kebaikan. Telah ada di antara doa-doa para ibadurrahman, di mana Allahq Ta’ala mensifati mereka dengan sifat tersebut,  bahwa mereka berkata (Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang bertaqwa), dan   meminta jabatan itu bukanlah merupakan hal yang dibenci. (Subulus Salam, 1/128)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah  berkata:

“Beliau (Utsman) Radhiallahu ‘Anhu meminta jabatan sebagai pemimpin karena pertimbangan maslahat syar’i, dalam rangka mengantarkan manusia kepada kebaikan, mengajarkan mereka, dan memerintahkan yang baik, dan mencegah kemungkaran, sebagaimana yang dilakukan Yusuf ‘Alaihissalam .

Berkata para ulama: bahwasanya meminta jabatan adalah perkara yang terlarang, jika memang tidak ada keperluan untuk itu karena hal itu berbahaya sebagaimana diterangkan dalam hadits yang menyebutkannya. Tetapi jika karena didorong oleh keperluan dan maslahat yang syar’i untuk memintanya maka hal itu dibolehkan, berdasarkan kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam dan hadits ‘Utsman (bin Abu Al ‘Ash) Radhiallahu ‘Anhu tersebut. (Majmu’ Fatawa Ibni Baaz, 7/232)

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr  Hafizhahullah: 

Maka, bolehkah meminta menjadi seorang pemimpin? Jawabannya: jika hal itu membawa kepada maslahat tidaklah apa-apa, karena kepemimpinan adalah termasuk qurbah (mendekatkan diri kepada Allah ﷻ) dan ibadah. (Syarh Sunan Abi Daud, 3/404)

✔ Karena larangan meminta jabatan berlaku bagi yang lemah seperti kasus Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu ‘Anhu, juga karena ketamakkan, dan ada orang yang dikecualikan dari larangan tersebut

Abu Dzar  Radhiallahu ‘Anhu berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا

Wahai Rasulullah, tidakkah engkau memperkerjakan aku? Lalu dia menepuk tangannya ke pundakku, lalu bersabda: “Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah, sedangkan tugas itu adalah amanah, dan pada hari kiamat hal itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang  mengambilnya sesuai haknya dan menjalankannya dengan baik.” (HR. Muslim No. 1725)

Hadits ini menunjukkan sebab larangan meminta jabatan, yakni kelemahan dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu ‘Anhu. Kelemahan itu dapat membuat seseorang tidak mampu menjalankan amanahnya sehingga akan membawa malapetaka dan penyesalan di akhirat. Sehingga larangan ini adalah khusus bagi mereka yang lemah. Ada pun bagi yang mampu menjalankan dengan baik dan sesuai haknya, maka ini diluar larangan tersebut dan tidak akan mengalami penyesalan yang dimaksud. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “ …  kecuali bagi orang yang  mengambilnya sesuai haknya dan menjalankannya dengan baik.”

Pengecualian ini harus diperhatikan, jangan hanya melihat larangannya saja. Namun, di sisi lain pengecualian ini juga menunjukkan betapa hanya sedikit manusia yang mampu menjalankannya, sehingga dia dijadikan pengecualian, dan biasanya pengecualian selalu lebih sedikit dibanding umumnya.

Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullah   mengatakan:

Dan “dikecualikan bagi yang mengambilnya sesuai haknya dan menjalankannya dengan baik”, bahwasanya siapa saja yang seperti itu maka dia bukanlah termasuk yang dilarang dan bukan termasuk yang dibenci, sesungguhnya dibencinya itu adalah jika melekat padanya ketamakan untuk meminta jabatannya itu. (Bayan Musykil Al Aatsar, 1/26)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa  penyesalan yang dihasilkan dari jabatan pada hari kiamat nanti adalah besar, tetapi pahalanya juga besar bagi yang benar menjalankannya. Beliau mengatakan:

“Hadits ini merupakan dasar yang agung dalam hal menjauhi dari jabatan kepemimpinan, apalagi bagi mereka yang lemah dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinan itu. Ada pun kehinaan dan penyesalan itu adalah hak bagi siapa yang bukan ahlinya (tidak memiliki kapasitas, pen), atau dia ahli tapi tidak menjalankannya secara adil, maka Allah  ﷺ akan membuatnya hina pada hari kiamat, dan akan membuka kejelekannya serta menyesali atas apa yang dia lalaikan. Sedangkan bagi orang yang ahli dan adil, maka baginya keutamaan yang agung,  seperti yang nampak dalam berbagai hadits shahih seperti hadits tujuh golongan manusia yang akan Allah  ﷻ  berikan naungan kepada mereka.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 12/211)

Ikhwah fillah …

Mungkin di antara kita ada yang bertanya, bagaimana kalau perjuangan politik kita gagal atau orang yang kita pilih melakukan penyimpangan?

Jawabannya:

✔  Terkadang kita melihat ada individu yang terseok-seok dalam menjalankan tugas-tugas publiknya, dia tidak mampu menghadapi ‘dunia  baru’ yang sebelumnya justru dia jauhi yakni pemerintahan ‘thaghut’. Namun akhirnya dia tenggelam dalam kesalahan baik yang prinsip atau partikular, baik kesalahan moralitas atau pemikiran. Kasus-kasus yang sifatnya perorangan ini tidak bisa dijadikan alasan melarang  atau menarik diri dari partisipasi politik yang lebih bermaslahat umum, sebab jika ternyata secara global dan lebih luas justru lebih mendatangkan maslahat yang langsung dirasakan masyarakat, maka tidak cukup alasan untuk menghentikan  partisipasi ini. Sebab kasus tersebut adalah akibat kelemahan individu itu sendiri.

Syaikh Ahmad Ar Raisuni Hafizhahullah menjelaskan:

“Sebenarnya adanya tantangan dan kesulitan adalah realita saat ini dan masa lalu. Itu semua bukan alasan bagi kita, itu adalah alasan bagi orang-orang yang lemah dan semisal mereka yang telah melakukan penyimpangan. Penyimpangan personal yang mereka lakukan merupakan bukti kelemahan pribadi yang bersangkutan, dan itu bukan berarti tidak ada lagi dari umat ini yang berhasil dalam partisipasi politiknya. Orang yang baik tidak hanya berfikir dua kemungkinan dalam berpolitik: gagal lalu keluar atau larut dalam penyimpangan. Di dalam umat dan jamaah ini pasti ada tambang berharga yang mampu berhasil dalam partisipasi politiknya. Kita saling tolong menolong dalam barisan  yang solid dan kokoh dalam rangka terus mewujudkan keberhasilan  partisiapasi dalam politik ini.”
(Lihat teks aslinya dalam http://www.raissouni.org/Docs/155200710648AM.doc)

Di atas semuanya adalah Ridha Allah dan SurgaNya. Jangan sampai target kemenangan politik sebagai penghalang tujuan tertinggi dan mulia. Sebab yang kita inginkan adalah keberkahan dan curahan rahmatNya, maka jalankanlah perjuangan dengan cara-cara yang mulia dan tetap dalam koridor syariatNya yang suci.

Wallahu

Luar biasa, Rakyat Bogor Shalat Minta Hujan Langsung Allah Kabulkan…

Bogor, 31 Nopember 2015

Khodam Media. Jum’at, 30 Oktober 2015 Pemerintahan Kota Bogor yg dipimpin Bima Arya melakukan Shalat Istisqo bersama di Lapangan Sempur Bogor, dengan diikuti seluruh lapisan masyarakat dan aparatur pemerintahan ikut berpartisipasi.
Bertindak sbg Imam dan Khotib Bpk Lukmanul Hakim (Ketua MUI Kota Bogor).
Beliau mengungkapkan dalam khutbahnya bahwa kekeringan yang di alami masyarakat kota hujan Bogor bukan tanpa sebab, kita harus intropeksi diri mulai dari aparatur pemetintah sampai rakyat biasa, semua harus beristigfar mohon ampun atas segala dosa seperti korupsi, kesewenang-wenangan, maksiat di mana-mana.
image

Acara dilanjutkan dengan sambutan Komandan Resort Militer Kota Bogor dengan memberikan wejangan singkat kepada jamaah.
Selain Acara Shalat Istisqo juga acara Parade Tauhid mendukung Keputusan Bima Arya Walikota Bogor yang melarang segala kegiatan kelompok syiah. Parade Tauhid ini diikuti Ormas, komunitas, lembaga keislaman, para kyai, DKM mesjid.
Komunitas Dhuha Ummat (Kodham) mengerahkan membernya di wilayah Jadebotabek dengan sosialisasi hampir selama seminggu.
image

“Tolak Syiah dari bumi Indonesia” teriak peserta parade.
Usai acara parade tauhid, hujan lebat langsung mengguyur kota hujan dan sekitarnya. “Subhanallah Maha Kuasa Engkau telah mengabulkan permintaan kami” teriak salah satu peserta.

Kontributor : Mr. Looks KodhamMedia

Inilah Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah

DOA AWAL TAHUN DAN AKHIR TAHUN HIJRIYAH

Doa awal dan akhir tahun sesungguhnya bisa dibuat sesuai dengan kepentingan yg berbeda dari masing-masing individu.
Allah sangat senang jika hambanya berdoa, dan Allah Maha Pengabul Doa.
Jika ada yg mengharamkan untuk berdo’a untuk kebaikan kapanpun waktunya maka tidak dibenarkan.

DOA AKHIR TAHUN

بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ, اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةْ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ, فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ, وَلَمْ تَرْضَهُ, وَلَمْ تَنْسَهُ, وَ حَلِمْتُ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِىْ وَ دَعَوْتَنِىْ إِلَى التَّوْبَتِيْ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِىْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِىْ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ. وَوَعَدْتَنِىْ عَلَيَّ الثَّوَابْ. فَأَسْئَلُكَ اَللّهُمَّ يَا كَرِيْم. يَاذَالْجَلَالِ وَالإِكْرَامْ. أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى. وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِىْ مِنْكَ يَا كَرِيْم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdulillahirobbil/alamiin

Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam Walhamdulillahirobbil ‘alamiin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. 

Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

———————————————————————————————-

DOA AWAL TAHUN

بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الأوَّل. وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلْ. وَهَذَا عَامٌّ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلْ. نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ. وَاْلعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ. وَالْإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِىْ إِلَيْكَ زُلْفَى. يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdulillahirobbil/alamiin

Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni

ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam Walhamdulillahirobbil ‘alamiin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن