Tips dan Trik Para Salafi Menghindari Riya

Beginilah Para Salaf Menghindari Riya’

# Al Hasan Al Bashri mengatakan,

“Ada orang yang telah menghafalkan Al Qur’an namun tetangganya tidak tahu. Ada juga yang telah memahami banyak persoalan agama namun orang lain tidak tahu. Ada juga yang berdiri lama untuk shalat di rumahnya namun orang yang ada di sekitarnya tidak tahu. Sungguh, saya telah bertemu dengan sekelompok orang yang jika mereka mampu melakukan amalan secara sembunyi-sembunyi, mereka tidak akan pernah melakukannya di depan umum.”

# Al A’masy mengatakan,

“Hudzaifah pernah menangis dalam shalatnya. Setelah selesai shalat, ia kemudian menoleh. Ternyata ada orang lain di belakangnya. Ia pun mengatakan, ‘Kamu jangan beritahu siapa-siapa (tentang tangisanku tadi)’.”

# Muhammad bin Wasi’ mengatakan,

“Ada orang yang selalu menangis (karena takut kepada Allah) selama 20 tahun, namun istrinya tidak tahu sama sekali.”

# Bakr bin Maa‘iz mengatakan,

“Ar Rabi’ tidak pernah shalat sunnah di masjid kecuali sekali saja.”

# Dari Sufyan, dikisahkan bahwa Ar Rabi’ bin Khutsaim jika kedatangan tamu sedangkan ia sedang membaca Al Qur’an, maka ia menutupi Al Qur’an nya dengan bajunya.”

# Abu Hamzah Ats Tsumaliy mengatakan,
“Ali bin Al Husain dahulu memanggul sekarung roti di malam hari (agar tidak terlihat orang) lalu bersedekah dengannya. Ia mengatakan, ‘Sesungguhnya sedekah sembunyi-sembunyi bisa meredakan amarah Allah Azza wa Jalla’.” 

# Bustham bin Harits mengatakan,

“Apabila Ayyub terenyuh hatinya (karena ketaqwaan) hingga menggenanglah air mata di pelupuk matanya, ia akan menyembunyikan tangisannya di depan teman-temannya. Ia pun menutup hidungnya seolah sedang pilek. Jika khawatir akan menangis, ia bangkit dan menjauh dari teman-temannya (agar tangisannya tidak diketahui).”

Seperti itulah keadaan para salaf (orang-orang terdahulu) dalam menjaga keikhlasan dan menjauhi riya’.

# Al-Fudhail bin Iyadh berkata,

“Ikhlas adalah ketika Allah menjagamu dari sifat riya’ dan perbuatan syirik.”

# Imam Abul Qasim al-Qusyairi berkata,

“Ikhlas adalah meng-Esa-kan Allah Ta’ala dalam menjalankan suatu ketaatan tanpa mengharapkan sanjungan dari manusia.”

Bagaimana dengan kita..?
Sudahkah kita ikhlas dalam beribadah..?

Ingat..!! Beda antara ikhlas dan riya’ sangatlah tipis dan salah satu syarat diterimanya ibadah kita adalah ikhlas.

Karena itu jagalah keikhlasan ibadah kita, kita tak perlu menyapa orang lain via SMS, BBM ataupun WA saat kita akan sholat tahajud ataupun makan sahur.

Kita berdo’a kepada Allah sebagaimana do’a Imam Ahmad ketika diberitahu sanjungan manusia kepada beliau, 

“Aku memohon kepada Allah agar Dia tidak menjadikan aku orang yang gemar melakukan riya’.”

(Sumber : postingan grup Kafilah Akbar 2007)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s