ZUHUD DAN WARA’

Judul : Zuhud dan Wara’

Sumber : http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/zuhud.html?m=1

‎Definisi Zuhud dan Wara’
definisi zuhud: menurut bahasa, lafahz zahidha fiihi wa ‘anhu, zuhdan wa zahaadatan artinya berpaling dari sesuatu, meninggalkan sesuatu itu karena kehinaannnya atau karena kekesalan kepadanya atau untuk membunuhnya. Lafazh zahuda fi asy-syai’i artinya tidak membutuhkannya, jika dikatakan zahida fi ad-dunyaa artinya meninggalkan hal-hal yang haram, dari dunia, karena takut hisabnya (perhitungan di akherat kelak) dan meninggalkan yang haram dari dunia itu karena takut siksaan-Nya. Tazahhada artinya pun menjadi orang zuhud dan ahli ibadah. Az-Zahid adalah ahli ibadah. Bentuk jama’nya adalah zuhad wa zuhaad . Lafazh az-Zhaadah fi asy-syai’i kebalikan dari kesenangan kepadanya, ridho kepada yang sedikit dan yang jelas kehalalannya, meninggalkan yang lebih dari itu karena Allah semata.

Ini pengertian zuhud jika ditilik dari makna kata zahaadah . Makna zuhud secara terminologis, ada beberapa ulama’ yang mengartikan diantaranya Ibnul Jauziy mengatakan ,” azzuhud merupakan ungkapan tentang pengalihan keinginan dari sesuatu kepada sesuatu yang lain yang lebih baik darinya. Syarat sesuatu yang tidak disukai haruslah berupa sesuatu yang memang tidak disukai dengan pertimbangan tertentu. Siapa yang tidak menyukai sesuatu yang bukan termasuk hal yang disenangi dan dicari jiwanya, tidak harus disebut orang zuhud, seperti orang yang tidak makan tanah, yang tidak dapat disebut orang yang zuhud. Jadi zuhud itu tidak sekedar meninggalkan harta dan mengeluarkannya dengan suka rela, ketika badan kuat dan kecenderungan hati kepadanya, tapi zuhud itu ialah meninggalkan dunia karena didasarkan pengetahuan tentang kehinaan dunia itu jika dibandingkan nilai akhirat.”

Menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ” az-Zuhd adalah menghindari sesuatu yang tidak bermanfaat, entah karena memang tidak ada manfaatnya, atau memang karena keadaannya yang tidak diutamakan, karena ia dapat menghilangkan sesuatu yang lebih bermanfaat, atau dapat mengancam manfaatnya, entah manfaat yang sudah pasti maupun manfaat yang diprediksi. zuhud di dunia merupakan kebodohan.”

Adapun al-wara’ menurut bahasa jika dikatakan, “wara’a yara’u war’an wa wara’an wa wari’atan.” artinya menjaga dan menghindari dari hal-hal yang diharomkan kemudian digunakan juga untuk perbuatan menahan diri dari hal halal yang mubah. pelakunya disebut wari’un wa mutawarri’un.

Lafazh wari’a yaura’u wa yauri’u artinya menjadi orang yang wara’. tawarra’a minal-amri artinya menjauhinya. al-wara’ dapat menggerakkan ketakwaan.

Menurut pengertian terminologis, al-wara’ artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan mudharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat, karena subhat ini dapat menimbulkan mudharat. Sesungguhnya, siapa yang takut kepada syubhat maka dia telah membebaskan kehormatan dan agamanya, dan siapa yang berada dalam syubhat berarti dia berada dalam hal yang haram, seperti penggembala di sekitar tanaman yang dijaga, yang begitu cepat dia masuk ke dalamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s