Jangan biarkan orang lain yg mengajarkan Al Fatihah Untuk Anakmu

منْ دعاَ إلى هُدَى كَانَ له من الأجرِ مثلُ أُجورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذَلِكَ منْ أُجْورِهمْ شَيْئاً ومنْ دعاَ إِلىَ ضَلاَلةِ كاَن عليهِ من الإثمِ مثْلُ آثامِ مَنْ تبعَهُ لاَ ينْقُصُ ذَلِكَ من آثامهم شَيئاً رواه مسلم.

“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala  mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim).

 إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).

Dua hadits diatas, dengan jelas, menggambarkan betapa pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Bahkan seorang anak berhak untuk menuntut orangtuanya jika tidak mampu memberikan pendidikan yang baik dan benar kepada anak-anaknya.

Satu contoh kecil dan mudah yang bisa kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari adalah, tentang Al-Fatihah. Berapa banyak kita sebagai seorang muslim membaca Ummul Kitab setiap harinya? Berapa banyak kita berdzikir sembari melafadzkan ayat-ayatnya? Saking seringnya surat ini dibaca, sampai-sampai Allah swt menyebutnya sebagai As-Sab’ul Matsani, yang berarti “Tujuh (ayat) yang berulang-ulang”.

Sementara setiap kita melafadzkan ayat-ayat Al-Quran, Allah swt membalasnya dengan sepuluh kebaikan tiap hurufnya, dengan sejumlah huruf dalam surat Al-Fatihah, dan membacanya berulang-ulang, tentu akan ada banyak pahala mengalir ke dalam tabungan amal kita.

Tapi, jangan lupakan hadits diatas, DUA HADITS TENTANG MENGAJARKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN, dimana orang yang mengajarkan suatu kebaikan, akan mendapatkan pahala sebesar orang yang melaksanakannya tanpa mengurangi pahala orang yang melaksanakannya, dan tetap akan terus mengalir meski kita telah meninggal dunia.

Oleh karena itu, ada salah satu cara termudah untuk menabung amal bagi tiap orang, terutama bagi yang sudah dan akan memiliki anak keturunan. CAMKAN DALAM PIKIRANMU, AZZAM-KAN DALAM HATIMU, (sekali lagi) JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENGAJARKAN AL-FATIHAH UNTUK ANAKMU!

Pertanyaannya adalah, sejauh mana bacaan surat Al-Fatihah kita? Apakah sudah sesuai dengan apa yang Rasulullah saw ajarkan kepada para sahabatnya? Apakah sudah sesuai dengan riwayat Imam yang kita ikuti? Ataukan sudah sesuai dengan yang diajarkan oleh guru TPA kita? Ataukah kita hanya sekedar bisa membaca saja? Bahkan belum mampu membaca dengan sempurna? Belepotan sana-sino, tabrak sana, tabrak sini?

Wahai saudaraku dalam iman, mulai hari ini, Marilah kita tekadkan, mumpung masih ada waktu, kita benarkan bacaan Al-Quran kita, setidaknya untuk surat Al-Fatihah dulu, syukuur, bisa seluruhnya, sehingga kita bisa meng-khatam-kan Al-Quran dengan Mutqin. Cari guru yang engkau sukai asal ilmunya jelas, bersanad baik, dan benar sesuai tuntunan darti Rasulullah saw.

Sekali lagi…

JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENGAJARKAN AL-FATIHAH UNTUK ANAKMU!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s