SHALAT DHUHA (SHALAT AWWABIN)

SHOLAT DHUHA (SHOLAT
AWWABIN)

ditulis oleh: Al-Ustadz Abu
Ishaq Muslim Al-Atsari

Zaid bin Arqam Radhiyallaahu
‘anhu melihat orang-orang
sedang shalat dhuha, maka ia
berkata: Ketahuilah, orang-
orang itu sungguh mengetahui
bahwa shalat (dhuha) di selain
waktu ini lebih utama.
“Shalatnya awwabin adalah
tatkala anak unta merasakan
kakinya kepanasan karena
terbakar panasnya
pasir.” (HR. Muslim no. 1743)
Ali bin Abi Thalib ra,
berkata,”Rasulullah saw,
shalat dhuha pada saat
(ketinggian) matahari di
sebelah timur sama dengan
ketinggiannya pada waktu
shalat Ashar di sebelah barat”.
Atau shalat sunnat yang
dilakukan seorang muslim
ketika waktu dhuha. Waktu
dhuha adalah waktu ketika
matahari mulai naik kurang
lebih 7 hasta sejak terbitnya
(kira-kira pukul tujuh pagi)
hingga waktu dzuhur. Jumlah
raka’at shalat dhuha bisa
dengan 2,4,8 atau 12 raka’at.
Dan dilakukan dalam satuan 2
raka’at sekali salam.
“Barang siapa shalat Dhuha 12
rakaat, Allah akan
membuatkan untuknya istana
disurga”
(H.R. Tarmiji dan Abu Majah)
Adapun doa setelah shalat
dhuha seperti yang
dicontohkan Rosulullah adalah
sebagai berikut
” Allahumma innadh dhuha-a
dhuha-uka, wal bahaa-a
bahaa-uka, wal jamaala
jamaaluka, wal quwwata
quwwatuka, wal qudrata
qudratuka, wal ishmata
ishmatuka. allahuma inkaana
rizqi fis samma-i fa anzilhu,
wa inkaana fil ardhi fa-
akhrijhu, wa inkaana
mu’asaran fayassirhu,
wainkaana haraaman
fathahhirhu, wa inkaana
ba’idan fa qaribhu,
bihaqqiduhaa-ika wa
bahaaika, wa jamaalika wa
quwwatika wa qudratika,
aatini maa ataita ‘ibaadakash
shalihin. ”
Artinya:
“Wahai Tuhanku,
sesungguhnya waktu dhuha
adalah waktu dhuha-Mu,
keagungan adalah keagunan-
Mu, keindahan adalah
keindahan-Mu, kekuatan
adalah kekuatan-Mu,
penjagaan adalah penjagaan-
Mu, Wahai Tuhanku, apabila
rezekiku berada di atas langit
maka turunkanlah, apabila
berada di dalam bumi maka
keluarkanlah, apabila sukar
mudahkanlah, apabila haram
sucikanlah, apabila jauh
dekatkanlah dengan kebenaran
dhuha-Mu, kekuasaan-Mu
(Wahai Tuhanku),
datangkanlah padaku apa yang
Engkau datangkan kepada
hamba-hambaMu yang soleh”
Shalat dhuha dilakukan :
Untuk meneguhkan langkah
dan perwujudan dari doa-doa
saat shalat tahajud di tengah
malam, ditengah aktifitas yang
kita jalankan. Shalat dhuha
untuk menemani kita saat
kelelahan bekerja di terik
siang, sebelum shalat dhuhur
dilakukan.
Shalat dhuha dilakukan :
Merupakan ucapan syukur
dari siang yang telah
dilakukan dan aktivitas yang
tengah dilakukan.
Nama lain shalat dhuha adalah
shalat awwabin orang-orang
arab menyebutnya sebagai
shalat memohon taubat, shalat
isyraq adalah shalat saat terbit
matahari pengertiannya
merujuk pada permulaan
masuknya waktu shalat
dhuhur.
Keutamaan shalat dhuha :
Orang yang melakukan dua
rakaat tercatat sebagai orang
yang tidak lalai, orang yang
melakukan empat rakaat
sebagai ahli ibadah dan gemar
melakukan hal-hal kebaikan,
orang yang melakukan enam
rakaat akan terjaga dari
perbuatan dosa sepanjang hari
itu, orang yang melakukan
delapan rakaat tercatat sebagai
orang-orang taat dan sukses,
orang yang melakukan dua
belas rakaat akan dibuatkan
rumah indah didalam surga
———————-
Sumber:
http://bienjmg.blogspot.com/2012/09/shalat-awwabin-dhuha.html?m=1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s