Kisah Inspiratif Dhuha : Shalat Dhuha Shalatnya Pengusaha

Shalat Dhuha
Shalatnya Pengusaha

Oleh : Ust. Arry Rahmawan

“Wahai anak Adam, jangan
sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat rakaat
shalat dhuha, karena
dengan shalat tersebut, Aku
cukupkan kebutuhanmu
pada sore harinya.”
(HR Hakim dan Thabrani)
Dulu sewaktu melakukan
evaluasi di asrama PPSDMS,
Bang Adji, evaluator pada
waktu itu pernah bilang ke
saya, “bagaimana shalat
dhuha antum?” Pada waktu
itu saya hanya tersenyum
saja. Ya, memang pada
waktu itu saya belum rutin
shalat dhuha. Terus Bang
Adji bilang, “Katanya
pengusaha. Pengusaha itu
senjata andalannya shalat
dhuha.” Wah, maluu banget
deh rasanya.
Ini sama seperti pada waktu
itu salah satu mentor
wirausaha saya bilang,
bahwa untuk menjadi orang
kaya maka tingkatkanlah
dua hal: kompetensi dan
spiritual. Kompetensi pasti
teman-teman tahu, seperti
keahlian, kemampuan, ilmu
pengetahuan kita. Kalau
spiritual itu seperti sedekah,
shalat dhuha, shalat
tahajud, menolong orang,
dan hal-hal lainnya. Nah,
saya mencoba nih
membuktikan bener ga ya
kalau rajin shalat dhuha
rezeki kita akan berlimpah?
Mau tahu ceritanya?
Kebanyakan orang itu
ketawa ketika kita berkata
bahwa Allah lah sumber
kekayaan dan kalau mau
kaya ya minta saja kepada
Allah. Eh, justru orang lebih
banyak yang percaya
kepada bos atau meminta
rezeki kepada orang-orang
kaya daripada kepada Allah.
Nah, ini nih beberapa
keutamaan shalat dhuha:
“Dalam tubuh manusia itu
ada 360 ruas tulang. Ia
harus disedekahkan untuk
setiap ruas itu.” Para
shahabat bertanya, “Siapa
yang kuat melaksanakan itu,
ya Rasulullah? Beliau
menjawab, “Dahak yang di
masjid itu lalu ditutupinya
dengan tanah, atau
menyingkirkan sesuatu
gangguan dari tengah jalan
itu berarti sedekah. Atau,
sekiranya tidak dapat
melakukan itu, cukuplah
diganti dengan mengerjakan
dua rakaat shalat
dhuha.” (HR. Ahmad dan
Abu Daud)

image

“Siapapun yang
melaksanakan shalat dhuha
dengan langgeng, akan
diampuni dosanya oleh
Allah, sekalipun dosa itu
sebanyak busa lautan.” (H.R
Turmudzi)
“Wahai anak Adam, jangan
sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat rakaat
shalat dhuha, karena
dengan shalat tersebut, Aku
cukupkan kebutuhanmu
pada sore harinya.”
(HR Hakim dan Thabrani)
“Barangsiapa yang shalat
Dhuha sebanyak empat
rakaat dan empat rakaat
sebelumnya, maka ia akan
dibangunkan sebuah rumah
di surga.” (Shahih al-Jami`:
634)
“Barang siapa yang keluar
dari rumahnya dalam
keadaan bersuci untuk
melaksanakan shalat wajib,
maka pahalanya seperti
seorang yang melaksanakan
haji. Barang siapa yang
keluar untuk melaksanakan
shalat Dhuha, maka
pahalanya seperti orang
yang melaksanakan
`umrah…” (Shahih al-
Targhib: 673).
“Barang siapa yang
mengerjakan shalat fajar
(shubuh) berjamaah,
kemudian ia (setelah usai)
duduk mengingat Allah
hingga terbit matahari, lalu
ia shalat dua rakaat
(Dhuha), ia mendapatkan
pahala seperti pahala haji
dan umrah; sempurna,
sempurna,
sempurna..” (Shahih al-
Jami`: 6346).
Ini juga terjadi alhamdulillah
sewaktu saya mewajibkan
diri saya untuk melakukan
dhuha setiap hari.
Alhamdulillah, ternyata
memang benar rezeki
semakin dimudahkan.
Hal ini berawal dari tahun
2011 ketika itu saya
memulai membuka usaha
jasa training motivasi. Dari
situ entah kenapa saya
memulai dipertemukan
dengan orang-orang luar
biasa yang juga merupakan
para wirausaha. Uniknya,
saya dipertemukan dengan
partner-partner yang
terpercaya dan jujur.
Alhamdulillah, karena dalam
doa saya memang untuk
dipertemukan oleh orang-
orang luar biasa dan juga
jujur dalam usahanya.
Sampai saya bertemu
dengan Kak Beky, Pak Abah,
Amar, dan sampailah
kemudian terbentuk
lembaga training
CerdasMulia.
Alhamdulilahnya lembaga
training ini dipercaya untuk
memberikan banyak
pelatihan tidak hanya di
jabodetabek tetapi juga di
Semarang dan Jogjakarta.
Uniknya, saya merasa tidak
pernah kehabisan proyek.
Walaupun tidak pernah
berjualan dan menjajakan
jasa, tetapi ada saja
jalannya bagi orang-orang
untuk menggunakan jasa
pelatihan saya.
Bahkan, salah satu proyek
yang paling berhasil adalah
membentuk Komunitas
Siswa Hebat, Komunitas
TDA Kampus, menerbitkan
buku, dan membuka
perusahaan website.
Alhamdulillah, komunitas-
komunitas tersebut banyak
membeli buku-buku,
permintaan training banyak
datang dari situ, begitu juga
banyak yang kemudian
memesan website. Pernah
suatu kejadian dalam satu
bulan pernah mendapatkan
profit hingga Rp30 juta.
Makanya bisa beli gadget-
gadget keren (saya suka
banget gadget) dan beli
banyak buku. Sisanya
diinvestasikan kembali deh.
Saya yakin itu semua hanya
karena saya memang
meminta rezeki dari Allah
swt. Salah satu ibadah yang
paling favorit dan suka saya
lakukan adalah shalat
dhuha itu. Selain lebih
gampang dilakukan
daripada shalat tahajud
(hehe..), juga lebih
memungkinkan. Biasanya
saya lakukan sebelum
kuliah. Alhamdulillah, rezeki
itu selalu datang.
Jadi, masih sangsi bahwa
shalat dhuha bisa
mendatangkan rezeki? Saya
sudah membuktikannya.
Tidak ada yang lebih asyik
meminta kekayaan dari yang
Maha Kaya karena Allah
tidak akan pernah habis
kebesaranNya, betul? hehe..
Tulisan ini bukan untuk
riya’, tetapi murni untuk
berbagi dan menginspirasi
sahabat yang lain.
Mengaku pengusaha
(muda) tapi jarang shalat
dhuha? Yah, berarti belum
lengkap titel pengusahanya.
Bagaimana menurut kamu?
Pernahkah kamu mengalami
pengalaman serupa?

Sumber :
http://arryrahmawan.net/shalat-dhuha-shalatnya-pengusaha/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s