Artikel Islam : Energi Dakwah Kita

Semoga menginspirasi

🔋Energi Dakwah Kita🔋

1. Di era gadget ini org ngga asing dgn “power bank”. “Power Bank” adalah alat charger portable…bisa dibawa kemana-mana

2. Manfaatnya jelas, untuk men-charge gadget/smartphone dimana saja, tanpa butuh sumber listrik

3. Syarat “power bank” agar berfungsi cuma satu ; di-charge dulu sampai penuh. Di charge dulu…karena “power bank” menyimpan energi listrik

4. Kapasitas “power bank” bermacam-macam, ada yang 3000 ampere, 5000 ampere atau ada yang 13.000 ampere

5. Semakin besar ampere-nya maka semakin banyak gadget/smartphone yang bisa di charge oleh Power Bank

6. Apa hubungannya Energi Dakwah Kita dengan “Power Bank”???

7. Da’i bisa diibaratkan seperti “power bank”, gadget/smartphone ibarat ummat, sedangkan listrik adalah Ibadah Yaumiyah kita

8. Ketika “power bank” tidak di charge oleh listrik, maka “power bank” tsb tidak bisa mengisi energi gadget/smartphone yang lowbatt atau mati…

9. “power bank” yang tidak di charge oleh listrik tidak bisa menghidupkan gadget/smartphone yang lowbatt atau mati, sehingga gadget/smartphone tsb tidak berfungsi dan bermanfaat

10. Antum bisa bayangkan kalau da’I yang tidak mengisi waktunya beribadah secara maksimal, maka ia ibarat power bank kosong…power bank tidak di charge…

11. Ia tidak bisa memberikan energi pada ummat atau orang-orang yang dibinanya…

12. Ia tidak bisa menghidupkan ruh ummat…karena ia tidak punya energi…

13. Pepatah Arab mengatakan : “Faqidu Syai’ Laa Yu’thi” ; “Orang yang tidak MEMILIKI tidak akan bisa “MEMBERI”

14. Dai yang meremehkan ibadah Yaumiyah-nya…maka ia adalah “power bank” kosong…tanpa energi…

15. “Power Bank” kosong justru menjadi beban…bukan manfaat…

16. Bagaimana mungkin ummat akan mendapat cahaya hidayah dari Sang Da’I kalau Da’i-nya tidak punya cahaya…

17. Bagaimana mungkin ummat akan mendapat energi hidayah, kalau Sang Da’I kosong energinya…

18. Kelemahan ibadah yaumiyah Sang Da’I bukan berdampak pada dirinya sendiri, tetapi berdampak  pada ummat…

19. Bagaimana Sang Da’I memulai harinya, maka itu juga akan terkait dengan efek dakwahnya…

20. Syarat menjadi pasukan Izzudin Al-Qassam ternyata seleksi pertama bukan badan yang gempal atau skill yang mumpuni, tetapi yang pertama dilihat adalah apakah rutin Sholat Subuh berjamaah di Masjid…

21. Sholahudin al Ayyubi menjadi komandan perang utk membebaskan Al Aqsho karena dia lulus 3 pertanyaan dari tim seleksi…

22. Pertanyaan pertama; siapa yang sejak kecil tidak pernah meninggalkan dari Sholat 5 waktu? Sholahudin orangnya

23. Pertanyaan kedua; siapa yang sejak kecil tidak pernah meninggalkan dari sholat Tahajud? Sholahudin orangnya…

24. Pertanyaan ketiga; siapa yang sejak kecil tidak pernah meninggalkan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid? Sholahudin orangnya…

25. Dengan 3 amal itu-lah Shaolahuddin al Ayyubi sukses dengan misinya…

26. Urgensi Tahajjud sudah terlalu banyak referensi yang bisa kita baca…

27. Urgensi Sholat Subuh berjamaah di Masjid sudah terlalu banyak referensi yang bisa kita baca…

28. Keberkahan di aktivitas subuh kita merupakan energi dakwah kita…pasti akan berbeda aura hidup seorang da’I yang memulai subuh dengan optimalisasi ibadah dengan yang tidak…

29. Di tambah lagi dengan Doa Al Matsurat…manambah energi dan perlindungan dari Allah SWT…

30. Belum lagi di tambah tilawah Quran dan zikir-zikir lainnya…

31. Ketika ibadah yaumiyah kita optimal, maka Sang Da’I ibarat “power bank” FULL…dengan kapasitas ribuan ampere…

32. “Power Bank” FULL siap dibawa kemana saja…siap men-charge gadget/smartphone apa saja…

33. Ummat ini adalah gadget-gadget lowbatt…handphone2 mati, yang perlu di charge energi da’i…mereka butuh “power bank” yang FULL, butuh “power bank” dengan kapasitas besar ribuan ampere…

34. Sesungguhnya ummat ini sedang menanti energi-energi dakwah dari para Sang Da’i…ditengah kegalauan nafsu dunia dan ringkihnya iman mereka…

35. Kalau Da’I tidak memperbaiki energinya…maka ummat kita akan menjadi ummat lowbatt…Semoga Tidak Terjadi

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Kisah Inspiratif

قصہ رائعہ جدآ
KISAH YANG SANGAT INSPIRATIF

أحببت أهديها لمن أحب
 Ku ingin hadiahkan kepada orang yang kucinta

كان هناك شيخ يعلم تلاميذه العقيدة
Ada seorang guru agama yg mengajarkan Aqidah kpda murid2nya

يعلمهم لا إله إلا اللـه يشرحها لهم
Dia mengajarkan “La ilaaha illallah” kepada mereka & menjelaskan maknanya

يربيهم عليها أسوة بما كان يفعل رسول الله صلى الله عليه وسلم
Mendidik mereka dengan keteladanan Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-

عندما كان يعلم أصحابه العقيدة ويغرسها في نفوسهم
Ketika mengajarkan aqidah beliau berusaha menanamkanya kedalam jiwa murid-murid nya.

وكان الشيخ يحب تربية الطيور والقطط
Sang guru itu senang memelihara burung n kucing

فأهداه أحد تلاميذه ببغاء
Lalu seorang muridnya pun menghadiahkan padanya seekor burung kakatua

ومع الأيام أحب الشيخ الببغاء
Makin hari sang guru pun senang dg burung itu

وكان يأخذه معه في دروسه
Dan sering membawanya pada saat mengajar murid-murid nya

حتى تعلم الببغاء نطق كلمة لا إله إلا الله‼
Sehingga kakatua itu belajar mengucapkan kalimat tauhid “La ilaha illallah”

فكان ينطقها ليلا ونهارا…
Burung kakatua itupun bisa mengucapkan (laa ilaaha illallah) siang malam

وفي مرة وجد التلاميذ شيخهم يبكي?
Suatu ketika murid-murid mendapati sang guru tengah menangis
وينتحب وعندما سألوه
Ketika ditanya beliau menjelaskan dengan terbata- bata

قال لهم هجم القط على الببغاء وقتله
Kucing telah menerkam kakatua dan membunuhnya

فقالوا له لهذا تبكي ‼
Merekapun bertanya dgn heran: karena inikah engkau menangis !!

إن شئت أحضرنا لك غيره وأفضل منہ ..
Kalau anda menginginkan kami bisa datangkan burung lain bahkan yg jauh lebih baik

رد الشيخ وقال لا أبكي لهذا …
Sang guru berkata: bukan karena itu aku menangis

ولكن أبكاني أنه عندما هاجم القط الببغاء
Tetapi…Yg membuat aku menangis adalah: ketika diserang kucing

أخذ يصرخ ويصرخ إلي أن مات
Burung itu hanya teriak2 saja sampai matinya

مع أنه كان يكثر من قول لا إله إلا الله
Padahal dia sering sekali mengucapkan kalimat “laa ilaaha illallah”

إلا أنه عندما هاجمه القط نسيها
Tetapi ketika diterkam kucing ia lupa kalimat itu

ولم يقم إلا بالصراخ ‼
Tidak mengucapkan apapun kecuali hanya teriakan & rintihan !!!

لأنه كان يقولها بلسانه
Karena waktu itu ia hanya mengucapkan “laa ilaaha illallah” dg lisannya saja

فقط ولم يعلمها قلبه ولم يشعر بها ‼
Sementara hatinya tidak memahami dan tidak menghayatinya

ثم قال الشيخ :
Sang guru pun berkata

أخاف أن نكون مثل هذا الببغاء
Aku khawatir kalau nanti kita seperti kakatua itu

نعيش حياتنا نردد لا إله إلا الله
Saat kita hidup mengulang-ulang kalimat “laa ilaaha illallah”

بألسنتنا وعندما يحضرنا الموت ننساها
Dg lisan kita, tapi ketika maut datang kita pun lupa

ولا نتذكرها؛ لأن قلوبنا لم تعرفها
Tidak bisa mengingatnya, karena hati kita belum menghayatinya

فأخذ الطلبة يبكون؛ خوفا من عدم الصدق في لا إله إلا اللـه
Kemudian para muridnya pun menangis, khawatir tdk jujur terhadap kalimat tauhid ini

ونحن…. هل تعلمنا لا إله إلا الله بقلوبنا !!!!
Dan kita sendiri …. apakah kita telah menanamkan kalimat “laa ilaaha illallah” ini kedalam hati sanubari kita?

ما ارتفع شيء إلى السماء أعظم من الإخلاص ،
Tidak ada sesuatupun yg naik kelangit yang lebih agung dibanding keikhlasan

و لا نزل شيء إلى الأرض أعظم من التوفيق
Dan tdk ada sesuatupun yg turun ke bumi yang lebih agung dari taufiq Allah

..و بقدرالإخلاص يكون التوفيق
Sesuai kadar keikhlasan kita, taufiq Allah kita dapatkan

من روائع ما وصلني ..
Ini termasuk hal-hal menarik yg sampai kepadaku
إهداء لمن أحبهم
Hadiah bagi org2 yg kucintai

Posted from WordPress for Android

Artikel : SHALAT SUNNAH RAWATIB

Shalat Sunnah Rawatib

Sumber : http://alikhlas-mt.blogspot.com

Rawatib berasal dari perkataan ‘raatib‘ yang bermaksud berterusan. Shalat Sunat Rawatib dilakukan beriringan secara berterusan sebelum dan sesudah shalat fardlu lima waktu yaitu ada dua puluh dua rakaat, terdiri dari sepuluh rakaat muakkad (kuat/penting) dan dua belas rakaat ghairu muakkad (kurang penting)

Shalat sunat rawatib yang dilaksanakan sebelum shalat fardlu dinamakan qabliyah sedang yang dikerjakan sesudahnya dinamakan ba’diyah.

Niat shalat rawatib qabliyah dan ba’diyah
1. Qabliyah Shubuh dua rakaat : 
Juga disebut shalat sunat fajar :
Niatnya boleh seperti lafadz dibawah ini : Ushallii sunnatal-fajri rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum fajar dua rakaat karena Allah”.
atau niatnya:
Ushallii sunnatas-subhi rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum Shubuh dua rakaat karena Allah”.

2. Qabliyah Zhuhur dua rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatazh-zhuhri rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum zhuhur dua rakaat karena Allah.”

3. Ba’diyah Zhuhur 2 rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatazh-zuhri rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sesudah zhuhur dua rakaat karena Allah”.

4. Qabliyah Ashar dua rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatal-ashri rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum ashar dua rakaat karena Allah”.

5. Qabliyah Maghrib dua rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatal-maghribi rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum maghrib dua rakaat karena Allah.”

6. Badiyah Maghrib dua rakaat :
Niat: Ushallii sunnatal-maghribi rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sesudah maghrib dua rakaat karena Allah”.

7. Qabliyah Isya’ dua rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatal-isyaa’i rak’ataini qabliyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum isya dua rakaat karena Allah.”

8. Badiyah Isya’ dua rakaat :
Niatnya: Ushallii sunnatal-isya’i rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah sesudah isya dua rakaat karena Allah.”

Semoga bermanfaat.

Posted from WordPress for Android