[ 📖 ] MEMAKNAI KEDERMAWANAN :::
Raghib al-Ashbahani rahimahullah berkata:
الجود جودان, جود بما في اليد وجود عما في يد غيرك وهو أعظمها
Kedermawanan itu ada dua macam:
Dermawan dengan memberi apa yang ada di tangan kita
dan dermawan dengan menahan diri dari apa yang ada di tangan orang lain, dan itu adalah (kedermawanan) yang paling besar.
(Adz-Dzari’ah: 122)
Catatan:
Seringkali kedermawanan dimaknai dengan memberi, memberi dan memberi. Dan saat kita tidak memiliki sesuatu untuk diberi, kita lantas merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal disana ada kedermawanan yang lain, yaitu kedermawanan hati.
Kerdermawanan jenis ini lebih kita kenal dengan istilah qana’ah, merasa cukup dengan pembagian Allah dan tak memendam ketamakan pada apa yang di miliki orang lain.
Lalu mengapa Ar-Raghib menilainya sebagai kedermawanan paling besar..?
Karena disana ada pertarungan antara prinsip qana’ah yang kita pilih dan kemauan hati yang selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Ini jauh lebih berat dari sekedar memberi.
Jadi.. Bila Allah memberi kita kelebihan, maka berbagilah dengan orang lain. Bila tidak, maka tahanlah diri dari sifat meminta-meminta dan tamak terhadap apa yang dimiliki orang lain. Dengan begitu kita sudah dianggap berderma.
Kesimpulannya, dengan atau tanpa uang saya dan anda tetap bisa berderma.
Mari berderma..!
_____________
Jeddah 21/03/1436 H
Ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى
Perlu referensivbahan kuliah, karya Ilmiah artikel, skripsi thesis, disertasi…
Kunjungi Artikel, tugas kuliah, skripsi, thesis, disertasi
Posted from WordPress for Android