Artikel : Makna Kedermawanan

[ 📖 ] MEMAKNAI KEDERMAWANAN :::

Raghib al-Ashbahani rahimahullah berkata:

الجود جودان, جود بما في اليد وجود عما في يد غيرك وهو أعظمها 

Kedermawanan itu ada dua macam:
Dermawan dengan memberi apa yang ada di tangan kita
dan dermawan dengan menahan diri dari apa yang ada di tangan orang lain, dan itu adalah (kedermawanan) yang paling besar.

(Adz-Dzari’ah: 122)

Catatan: 

Seringkali kedermawanan dimaknai dengan memberi, memberi dan memberi. Dan saat kita tidak memiliki sesuatu untuk diberi, kita lantas merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal disana ada kedermawanan yang lain, yaitu kedermawanan hati. 

Kerdermawanan jenis ini lebih kita kenal dengan istilah qana’ah, merasa cukup dengan pembagian Allah dan tak memendam ketamakan pada apa yang di miliki orang lain.

Lalu mengapa Ar-Raghib menilainya sebagai kedermawanan paling besar..?

Karena disana ada pertarungan antara prinsip qana’ah yang kita pilih dan kemauan hati yang selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Ini jauh lebih berat dari sekedar memberi.

Jadi.. Bila Allah memberi kita kelebihan, maka berbagilah dengan orang lain. Bila tidak, maka tahanlah diri dari sifat meminta-meminta dan tamak terhadap apa yang dimiliki orang lain. Dengan begitu kita sudah dianggap berderma.

Kesimpulannya, dengan atau tanpa uang saya dan anda tetap bisa berderma.

Mari berderma..!

_____________
Jeddah 21/03/1436 H
Ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى

Perlu referensivbahan kuliah, karya Ilmiah  artikel, skripsi  thesis, disertasi…
Kunjungi Artikel, tugas kuliah, skripsi, thesis, disertasi

Posted from WordPress for Android

Pertolongan Allah Datang Pada Saat Yang Tepat

Hari, tanggal : Selasa, 13 Januari 2015 / 22 Rabiul Awal 1426 H
No.                  : 006/KS/KOM/01/2015
Tujuan           : KODHAMER’S dan Umum
Perihal           : Kisah Pagi

**PERTOLONGAN ALLAH DATANG DI SAAT YANG TEPAT .. (KISAH NYATA KEBERKAHAN SHOLAT DHUHA)**

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Cerita yang sangat ajaib terutama bagi diriku ini. Minggu ini (17/03/13) ceritanya uangku sudah habis sama sekali. Nunggu kiriman yang datangnya dari orang tua itu hari Senin esok baru mau ditransfer.

Ya sudahlah, pikirku hari minggu ini aku sedikit menahan lapar. Dengan uang yang tersisa hanya 9000 lagi kurang lebih, itu juga uang punya temen utk bayar speedy aku slip dulu buat makan, karena gk punya uang lagi. pagi2 aku sarapan mie supaya irit. Niatku, duit yang sisa beli mie itu mau aku beli makan sore dan malamnya puasa untuk hari Senin.

Entahlah apa yang membawaku terhadap suatu keajaiban. Sekitar pukul 09.00 pagian, aku nyetrika baju-baju ku sembari mendengarkan ceramah Ustadz Yusuf Mansur streaming dari Youtube. Ustadz yang sering membawakan acara Wisata Hati di stasiun lokal televisi swasta itu sedang menyampaikan judul tentang keistimewaan sholat dhuha.

Ceritanya, si Ustadz pernah kesulitan dalam hal ekonomi kala itu. Kemudian dia mendapatkan hikmah untuk sholat dhuha bahwa katanya kesitimweaan sholat dhuha akan dimudahkan rezekinya.

Alhasil dia sholat dhuha, tak lama menjelang rokaat ke dua, ada orang datang. Singkat cerita akhirnya orang yang datang kepada ustad itu ternyata membawa berkah bagi ustadz Yusuf dengan diberinya upah hasil penjualan rumah tetangga di samping rumahnya. Subhanallah sekali ya itu ustadz. Tokcer rezekinya pas minta kepada Allah. Terus bagaimana dengan aku??

Gini pendengar yang budiman semua. hehe kayak ustadz. Karena gak mau kalah sama tuh ustadz, masa ustadz dapet aku ngga kan ya.hhe. Bisa lah kita kalo cuman sholat dhuha yang paling banyak 12 rakaat itu.

Tak lama kemudian, sekitaran pukul setengah 11.00, aku mandi dan wudhu. Sholat dhuha lah aku ini enam rakaat, kemudian membaca do’a yang biasa dipanjatkan setelah selesai shalat duha. Tapi loh ko gak ada juga ya?? Gak tokcer kaya ustadz Yusuf Mansyur yang langsung mendapat tamu langsung dapat rezeki. haha, ngarep sekali waktu itu.

Akhirnya, aku berpikir ya mungkin bukan rezeki ku untuk hari ini. Tapi Subhanallah Tak lama setelah sholat dhuha, sekitar jam sebelasan, sebuah keajaiban terjadi!! Nyata sekali hari ini. Tau gk apa? Tiba-tiba dalam message di sebuah media sosial milik ku di facebook, ada seseorang yang meminta nomor rekening ku.

Subhanallah sekali!!! Ternyata dia temenku yang mau transfer uang. Ternyata uang itu untuk buruh nyetir mobil ke Bandung yang belum terbayar kepadaku. (waktu itu aku diminta mengendarai mobil nganter dia ke Bandung untuk membawa barang).

Ternyata temen-temen semua, pertolongan Allah itu datang disaat yang tepat ketika hamba-Nya membutuhkan pertolongan. Yu ah, mulai sekarang, bagi yang belum sholat dhuha, kita sholat dhuha, bagi yang sudah, mari kita tingkatkan lagi.

Banyak sekali manfaat dari sholat dhuha itu ternyata, coba temen-temen cari di internet, pasti banyak. Sholat yang berguna bagi dunia maupun di akherat kelak. Tapi satu hal yang mesti dicatet, niatkan ibadah yang paling utama bukan hanya mendapatkan apa yang kita inginkan

Demikian temen-temen yang dirahmati Allah,cerita singkat dari pengalaman pribadi saya hari ini. Semoga menjadi Inspirasi semua. Yu ah kita sempatkan sholat dhuha mulai sekarang

Sumber : http://rohani-islam24.blogspot.com/2013/10/pertolongan-allah-datang-di-saat-yang.html#pages/1

Informasi: 085720166187
=========================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twitter : @DhuhaUmmat
Blog : kodham.wordpress.com
=========================
Cara gabung khodam
Ketik : GabungKodham#nama#L/P#umur#no WA#domisili#aktivitas
Kirim ke
Ikhwan : Akh Rocky (085720166187)
Akhwat: Ukh Suzan (08563212921)
=========================

Posted from WordPress for Android

CARA BERISTQOMAH DALAM IBADAH

Cara beristiqamah dalam menjalankan Ibadah Harian

Istiqomah adalah sebuah komitmen dalam menjalankan satu program untuk menuju satu tujuan. Istiqomah itu mengandung:

1) konsisten, sehingga secara terus menerus apa yang dianggap baik itu dijalankan,

2) tahan uji kepada godaan-godaan yang mungkin menjadi penghambat, menjadi halangan kita sampai pada tujuan yang cita-citakan.

Dalam kaitan dengan fokus, hidup ini dianjurkan oleh agama kita untuk memiliki tujuan.

Allah berfirman bahwa tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Nya. Itu tujuan hidup kita.

Kemudian juga Allah mengingatkan bahwa kita diturunkan ke bumi sebagai umat yang terbaik..

Tapi apa syaratnya untuk menjadi ummat yang terbaik?

Syaratnya adalah fokus kepada sesuatu yang menjadi cita-cita hidup kita karena hal itu yang akan menggerakkan seluruh hidup kita ke arah cita-cita tersebut.

Kalau gak tahu apa yang dituju, pasti akan goyah. Dapat ujian sedikit sudah limbung.

Istiqomah itu menyertai keimanan. Iman naik dan turun, ujian datang dan pergi.

Lalu bisa juga disebut bahwa istiqomah itu salah satu ciri keimanan kita teruji atau tidak.

Ketika kita tidak istiqomah, bisa dikatakan memang bahwa keimanan kita tidak teruji dengan baik. Memang istiqomah menjadi suatu kondisi, suatu benteng untuk menunjukkan ketundukan kita kepada Allah.

Indikator keberagamaan kita atau ketakwaan itu memang ada pada sikap istiqomah. Menjalankan sesuatu, sendirian atau ramai-ramai, diberi reward tidak diberi reward, sikapnya sama saja.

Itulah sikap orang yang istiqomah, yang dibalut dengan perilaku ikhlas sebagai hamba.

Dalam suatu hadits diceritakan, sahabat Abdullah al-Tsaqafi meminta nasihat kepada Nabi Muhammad saw agar dengan nasihat itu, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi soal agama kepada orang lain.

Lalu, Rasulullah saw bersabda, ”Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim” (Katakanlah, aku beriman kepada Allah, dan lalu bersikaplah istiqamah!). (H.R. Muslim)

Posted from WordPress for Android

Bahagia Itu Sederhana

** Tetesan Hikmah **

BAHAGIA ITU SEDERHANA.
🍀🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🍀
Mendengar isteri cerewet di rumah, berarti aku masih punya keluarga.
🌹💚💚💚💚💚💚💚💚💚🌹
Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.
💚🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹💚
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu dan ayah.
💛💐💐💐💐💐💐💐💐💐💛
Merasa letih dan jemu menasihati anak yang nakal, berarti aku masih punya anak untuk saham akhirat ku nanti.
🌸💛💛💛💛💛💛💛💛💛🌸
Merasa letih setiap malam selepas penat bekerja, itu berarti aku mampu bekerja keras.
💙🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇💙
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu bererti aku punya teman.
🍇💙💙💙💙💙💙💙💙💙🍇
Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.
❤🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺❤
Mencuci dan menyetrika timbunan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
🌺❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌺
Membersihkan halaman rumah, mengepel lantai, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
🌟🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🌟
Mendapatkan banyak tugasan, itu bererti aku dipercayai dapat melakukannya.
🍒🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🍒
Mendengar bunyi klakson itu berarti aku masih bisa mendengar.
💥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹💥
Mendengar bunyi Azan di subuh hari, itu berarti aku masih hidup.
🌹💥💥💥💥💥💥💥💥💥🌹
Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
🌷🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🌷
Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, kerana secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.
🌹🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🌹
Seseorang yang peduli tentang aku telah
mengirimkannya kepadaku.
🌾🌼🌱🌼🌾🌼🌱🌼🌾🌼🌱
Dan kerana aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.
🌺🌾🌱🌺🌾🌺🌱🌺🌾🌺🌱
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.
💐🌱💐🌾💐🌱💐🌾🌱💐
Ayo kita sama2 mencoba utk bersyukur walau diri ini selalu mngeluh tanpa berfikir hikmah di sebaliknya…
🍀🍁🌺🍁🍀🍁🌺🍁🍀🍁
Semoga yang terima pesan ini selalu diberkati dengan kesehatan, aamiin…

Posted from WordPress for Android

Artikel : PENYEJUK HATI ORANG SIBUK

Tausiyah:
APAKAH ANDA ORANG SIBUK ???
➿➿➿➿➿➿➿
Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama

Selang beberapa lama, saat dia ingin
melanjutkan belajar ke guru lain.gurunya
berpesan :

“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an ,Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”

Dan muridnya pun melakukan. Dia
membaca Al Qur’an 3 juz per hari.

Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.

Dan urusannya semakin mudah.

Allah yang mengurus semua urusannya.

Waktu ⌚ pun
semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu⌚?

Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.
Itulah berkah Al Qur’an .

Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.

Bukan kita yang atur waktu⌚ kita, tapi Allah

Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu.

mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.

Hingga menjadi begitu efektif.

Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena
Al Qur’an .

Salah satu berkahnya adalah membuka
pintu 🚪🚪 kebaikan, membuka kesempatan
untuk amal shalih berikutnya.

Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang
kita lakukan adalah kesempatan untuk amal
baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu
Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita,

Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
😥1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
😥2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
😥3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
😥4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya. 
[Hadits Riwayat Muslim]

Note :
“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit”

🙂 Selamat membaca Alquran dn beraktifitas dg bekal Alquran📖

Posted from WordPress for Android

Artikel : Paradoksal Abu Bakar RA dan Umar RA

Paradoksal Abu Bakar dan Umar

Dari dulu saya sebenarnya bertanya-tanya, mengapa kisah hidup Abu Bakar jauh lebih sedikit yang kita temukan daripada kisah Umar?

Lalu, tiap membaca kisah mereka dari hadist, ada sensasi aneh dan unik yang muncul. Misalnya, saat kita membaca kisah Umar, beliau selalu tampil sebagai seorang yang kuat, tegas, dan cenderung keras.

Abu Bakar sebalknya, tidak menonjol dan tidak mau menonjol. Abu Bakar selalu meringkuk di pojokan dan tidak nyaman jika diminta tampil. Namun, saat ia tampil, jawaban dan tindakan-tindakannya membelalakkan mata.

Abu Bakar jelas adalah seorang phlegmatis murni. Jika ia tak harus muncul, ia takkan mau muncul. Ketika harus muncul, Abu Bakar pun bicara dengan kerendahan hati luar biasa. Kata-katanya singkat, tindak-tanduknya mencerminkan “siapa sih saya, bukan apa-apa”. Wajahnya merah saat dipuji. Ia tidak suka dipuji. Gambaran fisiknya pun makin menguatkan asumsi itu, “kurus, tinggi, berkulit putih, terlihat ringkih, agak bungkuk, berjenggot putih, dan pendiam”, begitu gambaran umum fisik Abu Bakar.

Abu Bakar beramal dalam diam, tapi amalnya luar biasa. Amalnya adalah yang terbaik. Hanya beberapa amal yang sempat Umar pergoki. Namun, saat Umar berhasil “menangkap basah”, ia hanya bisa kicep melihat kualitas amal Abu Bakar.

“Sungguh, engkau telah membuat kesulitan tiap pemimpin yang menggantikanmu, wahai Abu Bakar”, keluh Umar. Umar memberikan pernyataan itu saat memergoki Abu Bakar tiap pagi datang ke rumah janda tua di pinggir Makkah. Abu Bakar memberishkan rumah janda tersebut dan memasakkan makanan untuknya. Ia mengurus janda itu tiap hari. Padahal, saat itu Abu Bakar adalah khalifah.

Begitu pula saat Nabi bertanya kala bincang setelah subuh. Saat ditanya siapa yang hari ini sudah bersedekah, menengok orang sakit, dan bertakziyah, tak ada satupun sahabat yang sudah melakukannya kecuali Abu Bakar. Ia mengangkat tangan, mengaku dalam malu, sementara sahabat lain terbengong.

Abu Bakar, jangan main-main. Masih jam 5 pagi dan Anda sudah bertakziyah, bersedekah, dan menjenguk orang sakit? Seperti apa Anda menjalani hari-hari Anda? Jam berapa Anda bangun? Dan Anda malu-malu dalam mengaku kepada nabi? Duh, apalah kami dibandingkan Anda.

Dengan karakter Abu Bakar yang seperti itu, wajar saja tak banyak kisah yang kita dapatkan.

Umar, dalam berbagai segi, adalah kebalikan Abu Bakar. Umar adalah potret sejati dari karakter Koleris murni. Keras, tegas, raksasa, pemaksa, dan cenderung keras. Fisik Umar digambarkan sebagai, “tinggi-besar, berotot, botak, keras, kasar, pandangan matanya tajam, garang – semua orang takut padanya”.

Kata-kata khas yang ia pakai kadang mirip preman pasar, “penggal saja!”, “aku akan membunuhmu!”, “kita harus melawan mereka!”, “wahai Rasululah, kenapa kita harus takut kepada Quraisy?”

Kenyataannya, Umar memang mantan preman pasar Ukazh. Sebelum masuk Islam, ia adalah tukang berkelahi dan jagoan Ukazh.

Sikapnya yang berani mengambil resiko memang luar biasa. Dan seperti karakter Koleris lainnya, kita melihat seorang yang menonjol. Koleris banyak sekali mengambil inisiatif untuk perubahan – dan bagi mereka, itu adalah sesuatu yang biasa mereka lakukan. Saat kau menginginkan ketenangan, panggil phlegmatis. Namun, saat kau merasa buntu, panggil Koleris. Koleris akan memecahkan kebuntuan-kebuntuanmu dengan cepat.

Dan itu pula yang dilakukan Umar. Saat jamaah muslim ketakutan di Makkah, Umar mengajak mereka berthawaf dan sholat di Ka’bah. Saat muslim yang lain hijrah diam-diam dalam malam, cuma Umar seorang yang menenteng pedang di bahunya sambil berteriak menantang di siang bolong, “Bagi yang mau menghadang aku untuk hijrah, silahkan!” Tak ada satupun orang yang menghadang Umar.

Makanya, dengan karakter Umar yang seperti itu, kisah tentang Umar membanjiri sirah nabawiyah Islam. Tidak heran.

Namun, ada satu hal yang unik, dan ini membuat kekaguman saya bertambah-tambah. Saat memilih pemimpin di Tsaqifah, mereka tidak memilih pemimpin yang menonjol. Mereka memilih pemimpin yang terbaik.

Abad 21 adalah abad ekstrovert. Saya yakin, andaikata ada pemilihan pemimpin antara Abu Bakar dan Umar tahun 2015 ini, Umar lah yang akan menang. Abad ini, orang yang lebih menonjol, lebih banyak berbicara, lebih banyak mengambil inisiatif, dia lah yang dipandang lebih baik. Setidaknya begitulah kata Susan Cain dalam bukunya Quiet. Pernahkah kamu berada dalam ruangan dan terpesona oleh orang yang banyak bicara dan aktif memberi ide, tapi kemudian kecewa karena ia tak bisa memimpin tim dan memberi hasil yang diharapkan?

Padahal, kepemimpinan bukan diukur dari seberapa baik ia bicara di depan publik. Ia bukan diukur dari keberaniannya untuk berorasi di depan orang-orang. Gandhi bukanlah orang yang jago pidato. King George X dari Inggris pun gagap saat coba bicara di depan rakyatnya (dan kemudian dibuatlah film King’s Speech untuk memotret fenomena itu).

Kepemimpinan, menurut saya, adalah lebih pada kemampuan membawa orang yang dipimpin untuk sampai ke tujuan. Jika demi sampai ke tujuan si pemimpin harus bagus bicara di depan publik ya bisa jadi. Tapi bukan itu fokusnya.

Makanya, ketika Utsman menjadi khalifah, ia jarang sekali pidato. Dan sekalinya pidato, ia cuma berpidato begini, “Sesungguhnya pemimpin yang terbaik adalah yang paling banyak kerjanya, bukan yang paling banyak bicaranya”. Lalu ia turun dari mimbar, meninggalkan jamaah muslimin yang bengong.

Peristiwa Tsaqifah – pemilihan pemimpin setelah wafatnya Nabi – tiba. Dari sinilah saya melihat cerminan karakter Abu Bakar dan Umar dengan sangat jelas dan kontras.

Abu Bakar dengan karakter phlegmatisnya benci tampil menonjol. Sebagai phlegmatis, Abu Bakar berpikir ia bukan apa-apa. Ia tak mau orang memandang dirinya. Kalau bisa, ia selalu ingin di pojokan saja.

Namun, hari ini berbeda. Situasi Tsaqifah sangat panas dan perlu keputusan. Walaupun Abu Bakar tak suka menjadi pusat perhatian, akhirnya ia maju dan memberikan usul. Ia meminta hadirin memilih antara Umar dan Abu Ubaidah sebagai pemimpin. Dalam kondisi biasa, kawan, seorang phlegmatis tak mau menonjol, tak mau memimpin. Namun, dalam kondisi terdesak dan kritis, saat ia melihat ia harus memimpin dan tak ada orang lain yang bisa, ia akan (terpaksa) tampil.

Dan di sinilah briliannya Umar. Ia tahu ia lebih menonjol dibanding Abu Bakar. Perawakannya lebih meyakinkan daripada Abu Bakar. FYI, menurut riset, orang dengan karakteristik tubuh tinggi besar dan kelihatan tegas lebih didambakan untuk menjadi pemimpin dibanding orang yang perawakannya kecil dan terlihat tidak tegas. Dan, tebak, kalau Umar memilih mengangkat diri menjadi pemimpin, takkan ada yang protes. Umar memang layak!

Tapi Umar menolak.

Ia tahu secara perawakan dan kasat mata, ia lah yang lebih cocok menjadi pemimpin. Tapi soal manusia terbaik, Abu Bakar lah orangnya. Saat itu adalah saat krisis, secara logika Koleris lah yang perlu mengambil alih. Tapi tidak, ia yang perawakannya “kurus dan ringkih” itulah yang dipilih sebagai pemimpin. Sang phlegmatis murni.

Selanjutnya adalah kisah tentang paradoksal. Abu Bakar yang dikenal pendiam dan tidak menonjol langsung tampil menjadi pemimpin yang luar biasa tegas, bahkan mengalahkan ketegasan Umar.

Saat Umar protes mengapa Abu Bakar memerangi kaum yang tidak membayar zakat, Abu Bakar balik menghardik Umar bahwa mereka memang harus diperangi. Saat Umar memprotes bahwa pasukan Usamah harus mundur, Abu Bakar menghardik Umar bahwa ia takkan menghentikan apa yang telah diperintahkan Rasulullah.

Ya, inti kepemimpinan adalah soal kemampuan membawa orang yang dipimpin demi mencapai tujuan. Dan Abu Bakar jelas orang yang paling memiliki kompeten di bidang itu. Maka, ketika dihadapkan sebuah tanggung jawab kepemimpinan, seorang phlegmatis akan mentransformasikan dirinya menjadi seorang -yang kadang- jauh berbeda. Seorang phlegmatis memang tak suka muncul, tapi ketika ia harus muncul, maka ia akan muncul.

Abu Bakar dan Umar. Kedua orang ini selalu saya pelajari kisah hidupnya dengan pendalaman yang jauh lebih mendalam dibanding kisah sahabat yang lain. Bagi saya, mereka adalah kisah persahabatan paradoks sekaligus unik luar biasa. Radiallahu Anhu (semoga Allah ridha kepada mereka)

Akhir kata, saya cuma bisa mengutip syair Imam Syafii untuk mengakhiri tulisan ini,

“Ya Allah, tempatkanlah aku bersama orang-orang saleh walaupun aku bukan termasuk bagian dari mereka”

http://wahyuawaludin.tumblr.com/post/107637241508/paradoksal-abu-bakar-dan-umar

Posted from WordPress for Android

Artikel : Kisah Nyata Keberkahan Shalat Dhuha

Hari, tanggal : Selasa, 13 Januari 2015 / 22 Rabiul Awal 1426 H
No.                  : 006/KS/KOM/01/2015
Tujuan           : KODHAMER’S dan Umum
Perihal           : Kisah Pagi

**PERTOLONGAN ALLAH DATANG DI SAAT YANG TEPAT .. (KISAH NYATA KEBERKAHAN SHOLAT DHUHA)**

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Cerita yang sangat ajaib terutama bagi diriku ini. Minggu ini (17/03/13) ceritanya uangku sudah habis sama sekali. Nunggu kiriman yang datangnya dari orang tua itu hari Senin esok baru mau ditransfer.

Ya sudahlah, pikirku hari minggu ini aku sedikit menahan lapar. Dengan uang yang tersisa hanya 9000 lagi kurang lebih, itu juga uang punya temen utk bayar speedy aku slip dulu buat makan, karena gk punya uang lagi. pagi2 aku sarapan mie supaya irit. Niatku, duit yang sisa beli mie itu mau aku beli makan sore dan malamnya puasa untuk hari Senin.

Entahlah apa yang membawaku terhadap suatu keajaiban. Sekitar pukul 09.00 pagian, aku nyetrika baju-baju ku sembari mendengarkan ceramah Ustadz Yusuf Mansur streaming dari Youtube. Ustadz yang sering membawakan acara Wisata Hati di stasiun lokal televisi swasta itu sedang menyampaikan judul tentang keistimewaan sholat dhuha.

Ceritanya, si Ustadz pernah kesulitan dalam hal ekonomi kala itu. Kemudian dia mendapatkan hikmah untuk sholat dhuha bahwa katanya kesitimweaan sholat dhuha akan dimudahkan rezekinya.

Alhasil dia sholat dhuha, tak lama menjelang rokaat ke dua, ada orang datang. Singkat cerita akhirnya orang yang datang kepada ustad itu ternyata membawa berkah bagi ustadz Yusuf dengan diberinya upah hasil penjualan rumah tetangga di samping rumahnya. Subhanallah sekali ya itu ustadz. Tokcer rezekinya pas minta kepada Allah. Terus bagaimana dengan aku??

Gini pendengar yang budiman semua. hehe kayak ustadz. Karena gak mau kalah sama tuh ustadz, masa ustadz dapet aku ngga kan ya.hhe. Bisa lah kita kalo cuman sholat dhuha yang paling banyak 12 rakaat itu.

Tak lama kemudian, sekitaran pukul setengah 11.00, aku mandi dan wudhu. Sholat dhuha lah aku ini enam rakaat, kemudian membaca do’a yang biasa dipanjatkan setelah selesai shalat duha. Tapi loh ko gak ada juga ya?? Gak tokcer kaya ustadz Yusuf Mansyur yang langsung mendapat tamu langsung dapat rezeki. haha, ngarep sekali waktu itu.

Akhirnya, aku berpikir ya mungkin bukan rezeki ku untuk hari ini. Tapi Subhanallah Tak lama setelah sholat dhuha, sekitar jam sebelasan, sebuah keajaiban terjadi!! Nyata sekali hari ini. Tau gk apa? Tiba-tiba dalam message di sebuah media sosial milik ku di facebook, ada seseorang yang meminta nomor rekening ku.

Subhanallah sekali!!! Ternyata dia temenku yang mau transfer uang. Ternyata uang itu untuk buruh nyetir mobil ke Bandung yang belum terbayar kepadaku. (waktu itu aku diminta mengendarai mobil nganter dia ke Bandung untuk membawa barang).

Ternyata temen-temen semua, pertolongan Allah itu datang disaat yang tepat ketika hamba-Nya membutuhkan pertolongan. Yu ah, mulai sekarang, bagi yang belum sholat dhuha, kita sholat dhuha, bagi yang sudah, mari kita tingkatkan lagi.

Banyak sekali manfaat dari sholat dhuha itu ternyata, coba temen-temen cari di internet, pasti banyak. Sholat yang berguna bagi dunia maupun di akherat kelak. Tapi satu hal yang mesti dicatet, niatkan ibadah yang paling utama bukan hanya mendapatkan apa yang kita inginkan

Demikian temen-temen yang dirahmati Allah,cerita singkat dari pengalaman pribadi saya hari ini. Semoga menjadi Inspirasi semua. Yu ah kita sempatkan sholat dhuha mulai sekarang

Sumber : http://rohani-islam24.blogspot.com/2013/10/pertolongan-allah-datang-di-saat-yang.html#pages/1

Informasi: 085720166187
=========================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twitter : @DhuhaUmmat
Blog : kodham.wordpress.com
=========================
Cara gabung khodam
Ketik : GabungKodham#nama#L/P#umur#no WA#domisili#aktivitas
Kirim ke
Ikhwan : Akh Rocky (085720166187)
Akhwat: Ukh Suzan (08563212921)
=========================

Posted from WordPress for Android